Suara.com - Film Surat Dari Praha terpilih mewakili Indonesia bersaing di ajang bergengsi Academy Awards 2017 atau Oscar untuk kategori best foreign language film atau film berbahasa asing terbaik 2017. Glenn Fredly sebagai produser merasa kaget saat filmnya yang terpilih maju ke Oscar.
"Ini suatu kebanggaan bersama. Yang jelas saya pribadi ini jadi pacuan buat saya dan teman-teman. Ini mimpi bisa tumbuh berkembang saling support dari hulu sampe hilir secara makro. Kalau bicara tentang kreatif ya," kata Glenn ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (23/9/2016).
Pemilihan film arahan sutradara Angga Dwimas Sasongko itu sudah melalui penilaian 13 profesional perfilman yang dibentuk sebagai komite seleksi. Pemilihannya juga sudah melalui tahapan yang sesuai dengan standarisasi Oscar.
"Satu hal dari komite, kita sepakat berusaha adil dan tidak mempunyai preferensi, jadi pilih film yang sesuai film Foreign Oscar. Karena untuk Oscar kita melihat dari salah satunya isu kemanusiaan. Isu bukan hanya menarik untuk lokal tapi juga internasional juga bisa memahami," ujar Reza Rahadian, sebagai salah satu komite penyeleksi.
Film yang dibintangi Jullie Estelle ini menyisihkan empat kandidat film lainnya. Film tersebut adalah Aisyah Biarkan Kami Bersaudara, 3 Srikandi, Rudy Habibie, dan A Copy Of My Mind.
Surat Dari Praha bercerita tentang seorang tahanan politik yang diasingkan karena terkait Partai Komunis Indonesia. Film yang dirilis pada 28 Januari lalu itu memberikan sisi pandang baru tentang politik dan sejarah di era 1965 yang belum banyak diketahui masyarakat umum.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan