Suara.com - Artis Nikita Mirzani merasa dibodoh-bodohi oleh perusahaan pengembang perumahan. Hal itu karena dirinya sudah membayarkan uang komisi sebesar Rp105 juta, namun ternyata pembelian rumahnya dibatalkan dengan alasan ditolak oleh bank.
"Harusnya seadil-adilnya-lah, jangan Niki dibego-begoin. Masa hampir Rp300 juta (yang dipotong), dan sudah bayar (komisi) Rp105 juta. Padahal Niki udah setorin Rp1 miliar," ujar Nikita saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (27/2/2017).
Menurut Niki, yang menjadi tak wajar adalah pembatalan dilakukan oleh developer, bukan dilakukan oleh dirinya. Apalagi sebelumnya menurutnya, sudah ada paksaan dari sales (pengembang) yang bernama Siska dan Winda yang menakut-nakuti, kalau (dirinya) tak jadi beli, uang akan dipotong setengah dari Rp1 miliar.
"Nggak wajar sih, karena setau aku pemotongannya nggak seperti itu. Terus ada unsur paksaan juga," katanya.
Niki menjelaskan kalau dirinya sudah membeli rumah itu sejak 8 bulan lalu. Namun sejak ditolak kreditnya, hingga kini uangnya belum juga dikembalikan.
"Yang jelas Niki tahu, kalau DP, ya udahlah. Tapi (uang) yang udah masuk gimana itu?" tuturnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Melepaskan Diri dari Standar Kecantikan Toksik: Literasi Digital untuk Lawan Body Dysmorphia
-
SETARA Institute Desak Prabowo Alihkan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke KPK
-
Fenomena Unik Industri AC: Harga Naik, Penjualan Sharp Malah Melesat
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen, Lampaui Capaian Nasional di Tengah Krisis Global
-
Starbucks Digerebek Polisi Usai Promosi Tank Day Hina Korban Tragedi Gwangju Korea Selatan
-
5 Ide Clean Look Outfit ala Kang Hoon, Bikin Penampilan Makin Berkarisma
-
Makin Mudah Naik MRT Jakarta, Kini Cukup Tap BRI Kartu Kredit Contactless
-
Harta Kekayaan Bupati Kuansing Suhardiman Amby yang Diduga Potong TPP ASN 50%
-
5 Penyebab Masih Takut Speaking Meski Sudah Lama Belajar
-
Diusulkan Jadi Nobel Perdamaian, Makalah MBG yang Cantumkan Nama Prabowo Kini Diinvestigasi