Suara.com - Kepala Bagian Humas BNN Kombes Pol Sulistiandriatmoko mengatakan bahwa Tora Sudiro selanjutnya cuma menjalani dua macam assessment yakni dari aspek medis dan psikologis.
Dia beralasan Tora tak menjalani assessment untuk aspek hukum karena bintang film "Warkop DKI Reborn" itu tidak tersangkut jaringan atau pengedaran narkoba.
"Menurut penyidik, yang bersangkutan (Tora Sudiro) ini tidak terkait jaringan atau sindikat pengedaran narkoba, jadi tak ada aspek hukum pada asesmen ini, jadi iya medis dan psikologis saja," kata Sulis saat ditemui di kantor BNN Pusat, Cawang, Jakarta Timur, Senin (7/8/2017).
Lanjut Sulis, assessment pekan lalu dinilai belum selesai, maka dari itu hasilnya pun belum bisa disampaikan hari ini.
"Ini kelanjutan dari hari Senin kemarin. Aspek medis dan psikologis kemarin kan belum tuntas. Hasil belum bisa disampaikan. Nanti kalau sudah selesai baru bisa dievaluasi apakah yang bersangkutan bisa direhabilitasi atau tidak," terang Sulis.
Menurutnya, hasil assessment itu nantinya penyidik yang akan mengevaluasi dan memberikan keputusan.
Awalnya, Tora dijadwalkan menjalani assessment di kantor BNN Pusat pada hari ini pukul 14:00 WIB, namun dibatalkan.
Sebagaimana diketahui, Tora telah resmi ditetapkan sebagai tersangka atas penyalahgunaan obat antidepresan dumolid.
Tora mendapat sangkaan Undang-undang Psikotropika Nomor 5 Tahun 1997 Pasal 62 dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp100 juta.
Satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan menangkap Tora dan istrinya, Mieke Amalia, di Bali View, Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Kamis (3/8/2017) pukul 10:00 WIB pagi.
Sementara, Mieke dibebaskan polisi dengan alasan cuma pemakai, bukan pemilik pil dumolid sebanyak 30 butir di kamar tidur dan kamar mandi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Usai Michael, Jaafar Jackson Bakal Main Film Supermax Bareng Will Smith
-
Review 910 Haze Tempo, Sepatu Lari Ringan dan Murah Buat Tempo Run
-
Shandy Hermanto, Kades yang Bangun Kantor Desa Megah Kini Jadi Tersangka Bus ALS
-
BNI Hadir di Danantara Housing Expo 2026, Perkuat Akses KPR bagi Masyarakat
-
Kasus Mutilasi Tanah Merah Depok, Pelaku Buang Potongan Kaki ke Sungai Pitara untuk Hilangkan Jejak
-
Meski Ekonomi RI Melambat, IHSG Tetap Nyaman di Level 6.300
-
Polemik Biaya Makan Pejabat: MBG untuk Rakyat, Jamuan Mewah untuk Pejabat?
-
Ulasan Dan Hujan Pun Berhenti: Kisah Kelam tentang Luka, Depresi, dan Harapan
-
Timnas Indonesia Layak Kalah dari Vietnam, John Herdman Dituding Arogan!
-
DPM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Pertukangan Kayu-Pelatihan UMKM