Suara.com - Mel Gibson menuntut Voltage Picture film terkait film terbaru yang dibintanginya, "The Professor and the Madman". Gibson menuding memotong secara sepihak durasi film tersebut. Padahal, dalam klalusul perjanjian dia memiliki hak untuk dilibatkan dalam memotong durasi film terkait.
Di film tersebut, Gibson diketahui sebagai bintang utama bersama Sean Penn dan Natalie Dormer.
Bukan cuma Gibson, sutradara sekaligus penulis skenario film Farhad Safinia juga mengajukan gugatan serupa ke Voltage Picture. Mel Gibson dan Farhad diketahui pernah kerja bareng di film Apocalypto. Voltage sendiri pernah meraih Piala Oscar lewat film The Hurt Locker dan Dallas Buyers Club.
Gibson dan perusahaan produksi Icon menggugat Voltage Picture karena memotong dan menunda rilis film tersebut dari waktu yang disepakati. Gibson menuding pihak Voltage sudah melanggar kerjasama dan penghinaan.
Voltage Picture belakangan menggugat balik dan menuntut Gibson dan Safinia. Mereka menutnut kedua membayar ganti rugi sebesar 2,5 juta dolar AS dengan cara melakukan syuting tambahan. Menurut mereka, Gibson dan Safinia berupaya menyandera film tersebut dari tangan mereka.
CEO Voltage Nicolas Cartier mengatakan Gibson dan Safinia sebelumnya sudah sepakat untuk melakukan 200 syuting tambahan di Library of Trinity College di Irlandia namun dibatalkan secara sepihak.
"Pembatalan itu menyebabkan bertambahnya proses produksi selama dua hari melampaui jadwal seharusnya yakni 40 hari syuting, dan tentunya membuat bujet produksi membengkak hingga 1,3 juta dolar," kata cartier.
Ditambahkan Cartier, film itu berdurasi 2 jam 40 menit, atau 40 menit lebih panjang dari aturan distributor. Selain itu, bertambahnya lima hari syuting di Oxford, menambah 20 menit durasi dan menelan biaya 2,5 juta dolar AS.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim