Suara.com - Golden Globe Award kali ini ada yang unik, dimana pembawa acara Seth Meyers embuat lelucon tentang kemungkinan kampanye Oprah Winfrey sebagai calon presiden. Tapi, ketika Winfrey naik panggung malam itu, pidato yang dia berikan bukan lelucon.
Pidatonya di Globes terdengar seperti kandidat presiden di panggung kampanye, sangat rapih dan efektif. Winfrey membuka pidatonya pada hari Minggu malam dengan mengingat seperti apa rasanya ketika dia masih kecil, menyaksikan orang kulit hitam pertama memenangkan Academy Award yang besar.
Dia mengingatkan pemirsa tentang masa kecilnya. Winfrey memperluas pesannya untuk melibatkan perempuan dari semua lapisan masyarakat, yang bertahun-tahun mengalami pelecehan dan penyerangan.
Jika Winfrey harus menjalankannya, lawannya akan mencoba mencirikannya sebagai orang dalam Hollywood. Pesan yang disampaikan dalam pidatonya memposisikan dirinya sebagai suara gerakan.
Winfrey pun mempersempit fokusnya, menceritakan kisah Recy Taylor, yang diculik dan diperkosa oleh enam orang kulit putih pada tahun 1944.
"Saya ingin semua gadis menonton di sini dan sekarang mengetahui bahwa hari baru ada di cakrawala. Dan ketika hari baru itu akhirnya fajar, itu akan terjadi karena banyak perempuan cantik, banyak di antaranya berada di sini di ruangan ini malam ini. Dan beberapa orang yang cukup fenomenal, berjuang keras untuk memastikan bahwa mereka menjadi pemimpin yang membawa kita ke waktu ketika tidak ada yang pernah mengatakan, 'Saya juga' lagi," ungkapnya dalam pidato tersebut.
Winfrey pun sudah memiliki slogan kampanye, "hari baru di cakrawala" dan "untuk pagi yang cerah".
Meskipun begitu, jika benar infrey ingin masuk ke dalam permainan, pintu kepemilihan terbuka. Dia memiliki pengakuan nama, uang dan pidato hari itu adalah indikasi sebuah pesan untuk dijalankan.
Kita lihat saja nanti, benarkah kabar ini? DAn siapa yang akan mendukung Winfrey di kancah politik? [BBC]
Baca Juga: Oprah Winfrey Pertimbangkan Jadi Kandidat Presiden AS
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Bukan Dijual, Ini Alasan Tak Terduga ART Angel Lelga Nekat Curi Barang Mewah Sang Majikan
-
Satu-satunya di Asia! Limp Bizkit Bakal Guncang Kuala Lumpur, Cek Jadwal dan Harga Tiket di Sini
-
Sambut HUT Jakarta ke-500, Remember Fest Siap Hadirkan Pengalaman Festival Terlengkap di Kemayoran
-
After Earth Malam Ini: Will Smith dan Jaden Smith Harus Bertahan Hidup di Bumi yang Mengerikan
-
Nikah di Italia Berbiaya Rp1 Miliar, Lina Mukherjee Akui Ingin seperti Artis Bollywood
-
Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan
-
Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
Siapa Saja Mantan Ayu Ting Ting? Ini Daftarnya dan Pekerjaan Mentereng Mereka