News / Nasional
Senin, 17 Agustus 2026 | 16:41 WIB
Sejumlah pasien terdampak gempa dievakuasi di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). [ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz]
Baca 10 detik
  • Gempa bumi berkekuatan 7 magnitudo mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
  • Plt Kepala Pusat Data BNPB Berton menyatakan korban meninggal dunia bertambah menjadi 68 orang hingga Senin, 17 Agustus 2026.
  • Bencana tersebut juga menyebabkan 213 warga mengalami luka-luka serta memicu ribuan rumah rusak dan pengungsian massal.

Suara.com - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 magnitudo di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Tercatat, Senin (17/8/2026), jumlahnya meningkat menjadi 68 orang.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan jumlah itu didasarkan pada proses evakuasi serta pendataan lapangan.

"Sebanyak 68 jiwa yang meninggal. BPNB terus berkoordinasi dengan tim SAR gabungan di banyak titik untuk memastikan keberadaan warga yang masih dinyatakan hilang," kata Berton.

Dia mengatakan, data tersebut bersifat dinamis karena proses pencarian di bawah reruntuhan bangunan terus berlangsung.

Sebaran Wilayah Terdampak dan Korban Luka

Berdasarkan laporan terkini, sebaran korban jiwa berada di sepanjang wilayah terdampak, mulai dari Kabupaten Manggarai Timur hingga menyebar ke arah timur menuju Kabupaten Ngada.

Selain korban meninggal dunia, BNPB juga menyoroti banyaknya warga yang mengalami luka-luka, baik luka berat maupun luka ringan, akibat tertimpa material bangunan saat guncangan hebat terjadi.

"Terdapat 213 jiwa yang luka-luka. Saat ini mereka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit serta fasilitas kesehatan yang masih berfungsi," kata dia.

Gempa bumi yang mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026) lalu tersebut diketahui menjadi salah satu aktivitas seismik paling merusak dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Flores.

Baca Juga: Gempa Flores, Pasokan LPG dan BBM untuk Warga Dipastikan Tetap Aman

Selain menimbulkan korban jiwa, kekuatan gempa yang besar menyebabkan ribuan rumah warga rusak parah hingga roboh.

Guncangan tersebut juga memicu pengungsian massal di berbagai titik. Ribuan warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka karena kondisi rumah yang tidak lagi aman untuk dihuni, serta adanya ketakutan akan ancaman gempa susulan yang masih terus terjadi.

Tim logistik saat ini tengah berfokus pada penyaluran bantuan dasar berupa tenda, makanan siap saji, dan kebutuhan medis bagi para penyintas di pengungsian.

Load More