Suara.com - Sebelum berhijrah, aktris Dewi Sandra mengaku pernah mendapat pelecehan seksual secara verbal. Dewi Sandra menjelaskan, kejadian tersebut terjadi usai dirinya manggung di sebuah acara musik.
"Ini saya dulu mau cerita, sebelum saya berpakaian seperti ini (hijrah), setelah manggung pas saya turun panggung, jalan, ada gerombolan laki-laki yang treat saya gitu (melecehkan) lewat kata-kata," cerita Dewi Sandra, saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018).
Usai mendengar lontaran kata tak senonoh, mantan istri Glenn Fredly ini jelas naik pitam. Perempuan 38 tahun ini menuturkan langsung melabrak lelaki tersebut.
"Saya lagi jalan langsung berbalik, saya marah ke dia, saya tegasin. 'Sorry, lo ngomong kaya tadi gitu sadar nggak punya ibu? Jangan heran kejadian itu terjadi sama ibumu, adik kamu, suatu hari orang yang lahirin lo, saudara lo ada yang gituin?' Langsung diam mereka minta maaf, itu karena saya berani ngomong," sambungnya lagi.
Oleh karena itu, pemain film Ayat Ayat Cinta 2 ini sangat mengapresiasi tindakan Via Vallen yang berani bicara soal pelecehan yang dialami di Instagram.
"Saya sedikit takut sebenarnya ngomong ini, karena kan diuji juga ya, gimana kalau kejadian seperti itu menimpa saya, benar berani nggak saya kaya gitu? Saya setuju dan mendukung gerakan speak up karena ini hak asasi manusia, dan di mana saat kita merasa terzalimi kita harus berani menyuarakan," ucap Dewi Sandra.
"Melecehkan itu penyakit hati, dan benar-benar harus diperbaiki. Kalau berani melecehkan berarti ada yang salah di diri peleceh itu. Dan saya rasa kita sudah di zaman di mana yang benar pasti dibela, jadi kalau kita benar tapi diam gimana mau dibela?" imbuhnya lagi.
Beberapa waktu lalu, Via Vallen mengaku dilecehkan seorang pesepakbola ternama Tanah Air. Diduga lelaki yang dimaksud pelantun "Sayang" ini pemain Persija bernama Marko Simic.
Berita Terkait
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan
-
Lagu Bupati Purwakarta 'Lalaki Langit' Berpotensi Langgar UU TPKS, Ancaman Hukuman 9 Bulan Penjara
-
Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor
-
Diajak Belajar Kitab Kuning, Santriwati Diduga Jadi Korban Perbuatan Cabul
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
IHSG Tahan Badai Menguat 1,55% Hari Ini, BBCA Pendorongnya
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan
-
Kemendagri Bekali Pranata Humas di Era AI, Strategi Komunikasi Pemerintahan Lawan Disinformasi
-
Novel Spammer, Berawal dari Teror Digital Berubah Menjadi Teror Fisik Nyata
-
Prabowo Singgung Peluang Destry Jadi Gubernur BI: Terserah DPR Nanti
-
Komisi II DPR Usul Skema Gaji Baru untuk Kepala Daerah, Ada Reward dan Punishment
-
Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu
-
Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable
-
Masif OTT Bupati di Berbagai Daerah, KPK Tegaskan Tak Punya Target Khusus
-
Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0