Suara.com - Film Indonesia yang berjudul Posesif menjadi pembuka di SCENECS International Film Festival 2018 di Belanda, dan berhasil mengundang tepuk tangan meriah dari para penonton di Theater 1 Gedung Bioskop Vue.
Sementara lagu berjudul "Dan", milik kelompok musik Sheila On 7, mengiringi bergulirnya closing credit pada layar perak, yang terbentang di hadapan lebih dari 300 khalayak Belanda pecinta film itu berakhir dengan meninggalkan kesan mendalam bagi sejumlah penonton yang hadir malam itu.
Minister Counsellor Fungsi Pensosbud KBRI Denhaag, Renata Siagian, kepada Antara di London, menyebutkan bahwa film Posesif menjadi film pembuka penyelenggaraan SCENECS International Film Festival 2018 di Hilversum, pusatnya media dan film di Belanda yang digelar sejak tanggal 22 hingga 29 Juni mendatang.
"Ini pertama kalinya saya menonton film Indonesia, dan saya suka sekali," kata Dian Biemans, aktris Belanda yang merangkap sebagai model dan presenter berbagai acara nasional dan internasional.
Film Posesif yang dibintangi Putri Marino dan Adipati Dolken ini menggambarkan toxic relationship atau hubungan yang sangat tidak sehat, dan mampu memicu emosi penonton.
Dua mahasiswa Belanda yang juga hadir malam itu, Bas dan Sanders, mengaku terkesan dan sangat menyukai film yang baru ditontonnya. "Saya bisa menangkap emosi aktor dan aktrisnya. Cerita film ini sangat menarik, karena bisa meningkatkan awareness terhadap isu hubungan cinta remaja tidak sehat," ujarnya.
Gedung Bioskop Vue, yang terletak di pusat kota, dihias layaknya festival film besar dunia. Karpet merah membentang sepanjang jalan masuk menuju pintu utama Vue. Backdrop besar untuk berfoto juga disediakan, lengkap dengan lampu.
Sementara itu, balon-balon berwarna emas dan hitam dirangkai melengkung, menghiasi pintu masuk ruang resepsi.
Acara pembukaan SCENECS International Film Festival 2018 dimulai pada Jumat (22/6/2018) pukul 20.00 waktu setempat, dengan penampilan tari oleh InaDance, yang mempersembahkan paduan tari tradisional Betawi dengan tari modern.
Baca Juga: Top Skor Piala Dunia 2018, Harry Kane Lewati Ronaldo dan Lukaku
Dubes Indonesia untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, membuka festival secara resmi bersama Direktur SCENECS, Arya Tarivedi, dan anggota Dewan Kota Hilversum bidang Media dan Budaya, Wimar Jaeger.
Dalam sambutannya, Dubes Wesaka Puja mengatakan sejak 2015, pemerintah Indonesia membuka 100 persen investasi asing dalam industri perfilman. Sejak itu pula, semakin banyak film baru diproduksi.
Dua tahun terakhir, sekitar 110 film baru diproduksi tiap tahunnya oleh para pembuat film Indonesia, katanya seperti dilansir dari Antara. Dan sebanyak 36 persen dari keseluruhan film, yang diputar di berbagai bioskop, merupakan film produksi Indonesia.
Menurut Dubes Wesaka Puja, saat ini ada 1.500 gedung bioskop di Indonesia. Namun, dengan populasi lebih dari 250 juta orang, Indonesia membutuhkan setidaknya 5.000 gedung bioskop. Dengan demikian, ini merupakan kesempatan bagi investor Belanda untuk mencari kemungkinan berinvestasi dalam industri perfilman di Indonesia.
Usai sambutan dan pembukaan resmi festival, acara dilanjutkan dengan pemutaran film Posesif, disusul tanya jawab dengan produser Muhammad Zaidy.
"Posesif merupakan film panjang pertama saya sebagai produser. Dalam film sebelumnya, saya bertindak sebagai produser pendamping," kata Edi, panggilan akrab Muhammad Zaidy.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Selingkuh dan Poligami, Insanul Fahmi Kecewa Digugat Cerai Wardatina Mawa
-
Viral Takjil Gratis dengan Pesan Tuhan Yesus Sayang Kamu, Toleransi atau Ngawur?
-
Lirik Lagu Manis yang Jadi Sinyal Kelam, Detik-Detik sebelum Mahasiswi UIN Dibacok Teman Kampus
-
Sambut Ramadan 2026, Nussa dan Rarra Ajak Keluarga Indonesia Bersyukur Lewat Cerita 'Hujan'
-
Ayah Nizam Bocah yang Disiksa Ibu Tiri Diduga Terlibat: Dia Tahu, Tapi Membiarkan
-
Detik-Detik Menkeu Purbaya Kaget Dapat Gift Singa dan Paus Saat Live: Ntar Disangka Gratifikasi
-
Resmi Daftar Nikah, Byun Yo Han dan Tiffany Young SNSD Kini Sudah Sah Jadi Suami Istri
-
Cerita Awal Kedekatan Mahasiswa dan Mahasiswi UIN Suska Sebelum Tragedi Berdarah Cinta Ditolak
-
Aksi Shegan Mirip Lisa BLACKPINK Dikecam hingga Disorot Netizen Thailand, Akun Medsosnya Kini Hilang
-
Kasus Anak di Sukabumi Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Ibu Kandung Depresi karena Diteror