- Hanania Travel gagal memberangkatkan ribuan jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat pada bulan Juni dan Juli lalu.
- Pimpinan perusahaan, Ahmad Syah Farhan, menawarkan opsi penjadwalan ulang dengan biaya tambahan atau pengembalian dana selama dua tahun.
- Ahmad Syah Farhan kini ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penipuan dengan total kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.
Suara.com - Perusahaan perjalanan umrah Hanania Travel menjadi sorotan publik setelah gagal memberangkatkan ribuan jamaah yang telah melakukan pemesanan sejak jauh hari.
Dalam video yang viral, bos Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan, menyampaikan permohonan maaf sekaligus penjelasan terkait ketidakmampuan perusahaan memberangkatkan jamaah sesuai jadwal yang telah ditentukan, khususnya untuk keberangkatan bulan Juni dan Juli.
"Untuk keberangkatan bulan Juni dan Juli belum dapatkan kami berangkatkan sesuai jadwalnya," kata Ahmad Syah Farhan dalam video tersebut.
Meski demikian, Ahmad Syah Farhan mencoba menawarkan sejumlah opsi sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap para jamaah yang terdampak.
"Kami memahami kekecewaan, rasa lelah menunggu dan marah dari bapak ibu. Tetapi saya hadir di sini menjelaskan secara perusahaan apa yang akan kami lakukan sebagai opsi pertanggungjawaban kami," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya hadir bukan untuk menghindari masalah, melainkan untuk memberikan penjelasan dan mencari jalan keluar atas situasi yang terjadi.
"Saya pribadi hadir di sini tidak untuk melarikan diri dari masalah, tapi bertatapan dengan bapak dan ibu untuk menawarkan opsi dan solusi," tambahnya.
Dalam penjelasannya, terdapat dua opsi yang ditawarkan kepada para jamaah. Opsi pertama adalah penjadwalan ulang keberangkatan secara bertahap dalam waktu enam bulan ke depan dengan skema kerja sama bersama travel lain.
Namun, opsi ini disertai dengan penyesuaian harga akibat berbagai faktor biaya operasional, termasuk kenaikan harga avtur.
Baca Juga: Pernah Sentil Taqy Malik, Fotografer Randy Permana Jadi Korban Wanprestasi Hanania Travel
"Yang pertama opsinya dari kami menjadwalkan ulang dengan memberangkatkan secara berkala selama enam bulan ke depan dengan penyesuaian harga. Yang mana dengan ini, Hanania bekerja sama dengan travel lain," jelasnya.
"Dikarenakan ada penyesuaian dari avtur dan lain-lain, jadi bagi bapak dan ibu yang mengambil opsi ini akan ada penyesuaian harga," lanjutnya.
Sementara itu, opsi kedua yang ditawarkan adalah pengajuan refund atau pengembalian dana kepada jamaah. Namun, proses pengembalian dana tersebut disebutkan membutuhkan waktu hingga dua tahun.
"Yang kedua adalah bapak ibu yang memilih refund. Kami menawarkan refund dengan kompensasi hingga dua tahun," ungkapnya.
Ahmad Syah Farhan juga menambahkan bahwa pihaknya telah berupaya mengoptimalkan aset yang ada untuk membantu proses pengembalian dana tersebut, termasuk dengan mengajukan skema pinjaman ke pihak perbankan.
Ia menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk tetap membuka komunikasi secara transparan kepada para jamaah yang terdampak.
"Saya memahami situasi ini tidak mudah. Kami berkomitmen untuk selalu membuka komunikasi, mencoba transparan kepada bapak dan ibu. Saya pribadi insya Allah akan siap dengan konsekuensinya," jelasnya.
Namun, di tengah upaya klarifikasi tersebut, kasus ini berkembang lebih jauh setelah Ahmad Syah Farhan dilaporkan dan telah ditetapkan sebagai tersangka.
Penetapan ini berkaitan dengan dugaan kerugian yang dialami ribuan jamaah yang nilainya ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.
Tag
Berita Terkait
-
Jawapos TV Resmi Hentikan Siaran di Usia ke-19, Video Studio Sepi Viral
-
Video Mensos Rela Menunggu Demi Bertemu Seskab Teddy Viral, Warganet Soroti Tata Birokrasi
-
Pernah Ditolak Paspampres Masuk Istana, Penampilan Nyentrik Inayah Wahid Saat Remaja Bikin Kaget
-
Lawan Maling dengan Gunting, Pria Penjaga Kambing Ini Malah Dijebloskan ke Penjara
-
Viral Oknum Hakim Terima Suap Rp1 M, Uangnya Dipakai Buat Main Judol dan Bisnis Umrah
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Denny Sumargo Berandai Jadi Seskab, Kolom Komentarnya Langsung Meledak
-
Rayakan 57 Tahun Karier Margie Segers, Slank Suguhkan Kolaborasi Bersejarah di Java Jazz 2026
-
Ruben Onsu Tanggapi Soal Keluhan Nafkah Anak dari Sarwendah: Kalau Tidak Sanggup, Serahkan ke Saya
-
Ruben Onsu Sengaja Setop Nafkahi Anak, Pengacara: Aksi Protes karena Sulit Bertemu
-
Jawapos TV Resmi Hentikan Siaran di Usia ke-19, Video Studio Sepi Viral
-
Bunga Zainal Ngaku Diserang Buzzer Usai Keluhkan Harga Bahan Pokok Naik
-
Acha Septriasa Debut Jadi Sutradara dan Produser Lewat Film '9 Aku, Love Heals'
-
Dinan Fajrina Diam-Diam Sudah Jadi Ibu, Istri Doni Salmanan Ungkap Kehamilan yang Disembunyikan
-
Adhisty Zara Umumkan Sudah Menikah dan Hamil, Unggahan Sang Ibu dan Kakak Jadi Omongan
-
Maia Estianty Singgung Ketenaran Gara-Gara Bikin Sensasi, Warganet Ramai Bawa Nama Mulan Jameela