Suara.com - Musisi Ahmad Dhani, Sang Alang hingga Fadli Zon mengadakan kontes bernyanyi dengan hadiah fantastis. Juara pertama ajang bertajuk "#2019GantiPresiden Singing Contest" ini berkesempatan mendapat uang tunai senilai Rp112 juta.
"Sedangkan juara kedua mendapat paket umrah untuk dua orang. Juara ketiga Rp30 juta. Juara favorite Rp20 juta. Gimana caranya? Upload ke Youtube dengan judul #2019GantiPresiden. Nanti kita menilai siapa yang 10 viewersnya terbanyak," terang Ahmad Dhani, saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (29/6/2018).
Mantan suami Maia Estianty ini bakal menilai kontestan terbaik berdasarkan kreativitas membawakan lagu #2019GantiPresiden. Ahmad Dhani membebaskan masyarakat berkarya tanpa ada batasan usia.
"Jadi kita bikin singing contest yang akan kita nilai secara profesional. Jadi kontestannya, solo pria atau wanita, kedua band, ketiga duo atau trio. Segala genre musik kita terima, termasuk dangdut," ucap Ahmad Dhani.
"Segala jenis kreativitas dalam apresiasinya, dalam interpretasinya nyanyikan lagu ini. Kita akan hitung vierwersnya sampai 1 januari 2019," sambungnya lagi.
Single #2019GantiPresiden merupakan lagu kritik sosial yang diciptakan Sang Alang. Musisi senior ini mengklaim lagu tersebut berdasarkan data faktual yang ada.
"Dasar bikin lagu ini untuk penyadaran masyarakat atas situasi saat terkini. Masyarakat harus dibangunkan disadarkan bahwa kita realitasnya seperti ini. Lirik lagu itu faktual tidak mengada-ngada," tutur Sang Alang.
Di tempat yang sama, politikus Fadli Zon memastikan tidak ada unsur kampanye Pilpres tahun depan dalam ajang "#2019GantiPresiden Singing Contest".
Baca Juga: Mewahnya Tempat Tinggal Nia Ramadhani di Amerika Serikat
"Menurut saya ini justru menyuarakan rakyat. Bagi yang setuju saya kira silahkan berpartisipasi. Kalau dikaitkan ke Prabowo, untuk ini orientasinya lebih ke kreativitas," jelas Fadli Zon.
Berita Terkait
-
Istana Sering Pakai Tenda, Fadli Zon Bela Proyek Gedung Baru: Tak Langgar UU Cagar Budaya
-
Ada Peringatan Baru, Apakah 13 Juli Akan Jadi Hari Libur Nasional?
-
Mulai Tahun Ini, 13 Juli Resmi Diperingati sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
-
Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas