Suara.com - Pihak agensi A-Man Project akhirnya buka suara soal aktor asuhannya, Lee Jong Suk dideportasi dari Indonesia. Lewat akun Instagram resminya, A-Man Project mengatakan kasus seperti ini pertama kali dialami Lee Jong Suk.
"Hai. Kami dari A-man Project. Aktor kami (Lee Jong Suk) tertunda keberangkatannya untuk kembali ke Korea karena ada beberapa masalah antara agensi dan promotor lokal Yes24. Ini pertama kalinya kami mengalami hal ini dan kami sangat marah," tulis A-Man Project di Instagram pada Senin (5/11/2018) malam.
Untungnya, bintang Pinocchio ini bisa pulang dengan selamat ke Korea Selatan meskipun jadwal syuting drama barunya harus dijadwalkan ulang.
"Aktor kami juga sangat khawatir tentang apa yang akan terjadi jika jadwal syuting dramanya terganggu hanya karena dia. Beruntungnya dengan bantuan kedutaan besar Korea Selatan yang ada di Indonesia, kami dapat dengan aman meninggalkan negara ini (Indonesia) dan dapat kembali ke Korea Selatan," sambung A-Man Project lagi.
Mereka masih terus mencari tahu penyebab utama visa Lee Jong Suk bisa bermasalah.
"Pertama kami mendengar perwakilan dari Yes24 menyembunyikan paspor staff dan aktor kami tanpa alasan. Beberapa jam kemudian, berita berubah bahwa pihak Yes24 tidak membayar pajak dan ditahan oleh pihak pajak yang berwenang hingga paspor staff dan aktor kami ditahan oleh pihak yang bersangkutan," terang A-Man Project.
"Dan beberapa jam kemudian, media lokal memberitakan masalah visa yang disebabkan oleh kegagalan Yes24 yang tidak berhati-hati menerapkan visa izin kerja singkat. Masing-masing cerita merupakan cerita yang menakjubkan, jadi kami tidak tahu menjelaskannya dan yang harus dijelaskan," imbuhnya.
Atas kejadian ini, A-Man Project berencana mengusut tuntas kasus tersebut secara hukum.
"Kami akan melakukan tindakan hukum melalui Yulchon (salah satu firma hukum di Korea Selatan), dan akan melihat lebih jelas apa yang terjadi melalui badan hukum tersebut," kata A-Man Project.
Baca Juga: Lee Jong Suk Dideportasi, Begini Cuitan Sedih Warganet
Paspor dan visa Lee Jong Suk beserta tiga belas stafnya memang sempat ditahan pihak imigrasi saat hendak bertolak ke Korea Selatan, 4 November kemarin.
Atas kejadian itu, dia sempat curhat lewat Instagram. Lee Jong Suk bilang pihak promotor yang membawanya untuk acara fanmeeting di Jakarta, Yes24 ENT Indonesia membuat laporan palsu soal penjualan tiket.
Namun kekinian, Yes24 ENT Indonesia sudah angkat bicara. Menurutnya, visa Lee Jong Suk dan timnya yang bermasalah. Pasalnya visa mereka cuma berisi izin liburan bukan bekerja.
Akibatnya, Lee Jong Suk pun dimintai keterangan di kantor Imigrasi Jakarta Selatan pada kemarin sore. Setelahnya, lawan main Bae Suzy ini dideportasi lantaran dianggap sudah menyalahi aturan perizinan visa Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Tak Hanya Soal Usia, Ini Perbedaan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak
-
Tragedi di Punggung Naga: Pelukan Tebing Gunung Piramid Merenggut Nyawa Pendaki dan Pemandunya
-
Daftar Harga HP Oppo Terbaru Agustus 2026, Mulai Rp1 Jutaan hingga Flagship
-
Head to Head Persib vs Persebaya: Maung Bandung Superior Jelang Final Piala Presiden 2026
-
Dinkes Semarang Temukan Dugaan Pelanggaran SOP MBG, Penyebab Keracunan 707 Siswa Masih Diteliti
-
KPK Soroti Usulan Badan Khusus Pengelola Aset Rampasan, Efektivitas Jadi Pertimbangan
-
Persib Pecundangi Persija, Tapi Kehabisan Napas Jelang Lawan Persebaya
-
Ulasan Novel Arus Balik, Perjuangan Menghadapi Invasi Portugis di Malaka
-
Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun
-
Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman