Suara.com - Sidang lanjutan kasus ujaran kebencian dengan tersangka Ahmad Dhani kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (7/1/2019). Sidang kali ini beragendakan pembacaan replik dari pihak jaksa penuntut umum (JPU).
Pembacaan replik dilakukan sekitar 30 menit oleh JPU. Usai sidang, Ahmad Dhani yang sebelumnya dituntut dua tahun penjara, menunjukkan dua jari, telunjuk dan jempol, ke arah wartawan.
"Terkait dengan replik jaksa yang menanggapi pledoi dari penasehat hukum Ahmad Dhani kami rasa hal yang wajar, hukum acara kita pasti ingin memperkuat dalil-dalilnya. Nggak mungkin juga jaksa nggak konsisten dengan apa yang dikatakan dalam tuntutannya," kata kuasa hukum Ahmad Dhani, Hendarsam usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (7/1/2019).
Tim kuasa Ahmad Dhani menilai pembacaan replik JPU hanya mengambil dari kesimpulan saksi ahli yang dihadirkan dalam sidang beberapa waktu yang lalu.
"Cuma ada dalam beberapa catatan kami terutama terkait masalah fakta dua twit yang dibuat orang lain dan bukan Mas Dhani, ternyata tidak bisa dibantah dengan tegas oleh JPU," sambungnya.
"Artinya, jaksa hanya mengambil dari kesimpulan atau analisa ahli. Secara logika hukum pendapat ahli bisa bertentangan dengan fakta yang ada di persidangan," sambung Hendarsam.
Menurut Ahmad Dhani, bukti twit harus dibuktikan secara kongkret dan harus dibuktikan secara langsung.
"Harusnya bisa dibuktikan dengan sidik jari, kan handphone saya sudah disita. Harusnya dari awal bisa dilihat. Polisi kan ada digital forensik," ujar Ahmad Dhani.
Baca Juga: Tarif Vanessa Angel Rp 80 Juta Sekali Main, Mantan Pacar: Kasihan Lah...
Suami Mulan Jameela ini bahkan menilai ahli digital forensik dari pihak kepolisian sangat kurang dalam menyelidiki kasus ujaran kebencian tersebut.
"Digital forensiknya yang kurang. Harusnya, benar nggak ada sidik jari di handphone itu. Pembuktian hukum kan harus benar-benar konkret, nggak bisa pendapat," terang Ahmad Dhani.
"Misalnya ada kasus pembunuhan, lalu saya mengaku menusuk, tapi teman-teman saya juga ikut menusuk. Nah, tusukan yang membuat orang itu mati yang mana, nah polisi itu harus mengambil sidik jari dua orang itu, benar nggak ada orang itu," sambung Dhani.
Karena hal tersebut, tim kuasa hukum Dhani akan memberikan tanggapan dari replik yang telah dibacakan oleh JPU pada 14 Januari 2019.
Berita Terkait
-
Dulu Tidur di Pom Bensin dan Makan Warteg, Rey Bong Kini Balas Budi Jadikan Ayahnya 'Bos'
-
Brand Zaskia Adya Mecca Kena Komplain Baru Dipakai Sudah Rusak, Ini Klarifikasi Pemiliknya
-
Disebut Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan, Fitri Salhuteru Beri Klarifikasi
-
Kronologi Chappell Roan Dilarang Manggung di Brasil, Berawal dari Tudingan Intimidasi Anak Jorginho
-
Sering Masuk TV, Fuji Ungkap Alasan Tak Arahkan Gala Sky Jadi Artis
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
Jadi Istri Pejabat, Daster Arumi Bachsin Cuma Rp30 Ribuan
-
Aurelie Moeremans Ungkap Kriteria Utama dalam Memilih Rumah Produksi Film Broken Strings
-
Terpilih Jadi Severus Snape di Serial Harry Potter, Paapa Essiedu Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Beda Reaksi Fuji Ditanya Gebetan, Full Senyum saat Disinggung Reza Arap
-
Karina Ranau Ngamuk Dibilang Lebay Lebaran di Makam Epy Kusnandar, Tantang Hater Ketemu
-
Reza Arap Salting Parah di Depan Fuji, Rachel Vennya Malah Gencar Godain Terus
-
Prioritaskan Kesehatan, Adhisty Zara Mundur dari Sinetron Beri Cinta Waktu
-
Vokalis Avenged Sevenfold Beri Kode Keras: Kita Harus Balik Lagi ke Jakarta
-
Barasuara Batal Manggung Usai Festival Riang Gembira Batal Digelar, Iga Massardi: Itu Zalim
-
Tanam Pohon di Makam Vidi Aldiano, Ayah Izin ke Rano Karno