Suara.com - Anang Hermasyah menjadi narasumber utama di acara diskusi terkait Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan di Mal Cilandak Town Square (Citos), Senin (4/2/2019). Sayangnya, dalam diskusi tersebut Anang sempat menjadi bahan olok-olokan teman-teman musisi terkait RUU permusikan.
Sebagian dari musisi yang hadir banyak mempertanyakan mengenai pasal-pasal yang dianggap membahayakan bagi musisi. Terutama Pasal 5, mengenai banyaknya batasan untuk musisi dalam membuat sebuah karya.
Setelah Anang Hermansyah memberikan pemaparannya tentang RUU Permusikan dan masuk sesi tanya jawab, nang dicecar berbagai macam pertanyaan mengenai pasal-pasal yang dianggap tidak sesuai para musisi.
Salah satu dari banyaknya musisi yang bertanya kepada Anang Hermansyah adalah Rara Sekar dan Marcell Siahaan. Rara menyampaikan pertanyaan apakah sudah dibaca teliti terlebih dahulu draft naskah akademik sebelum diputuskan menjadi RUU.
Mendengar pertanyaan tersebut, suami Ashanty itu mengaku hal itu dibahas bersama-sama sejak Naskah Akademik didesain pada 2017 lalu. Namun jawaban dari Anang rupanya tak memuaskan bagi para musisi yang hadir.
"Naskah akademik didesain 2017 bulan Juli, kita bersama-sama membahas. Kita punya tim bersama-sama untuk membahas. Mulai dari proses produksi, kreasi, distribusi, konsumsi itu kita bahas di situ. Kita membaca, demikian panjangnya," terang Anang saat berdiskusi dengan para musisi, di Mal Cilandak Town Square (Citos), Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).
Sayangnya Anang tidak bisa berlama-lama di acara diskusi tersebut. Ia pamit karena beralasan harus keluar kota dan buru-buru ke bandara. Namun hal tersebut malah mengecewakan para musisi.
Walau diskusi berlangsung panas, Anang mengaku diskusi berjalan dengan baik. Bahkan mantan suami Krisdayanti itu senang dengan hal tersebut. Anang juga kemudian mengundang musisi untuk bisa datang ke MPR membicarakan RUU Pemusikan.
Baca Juga: Jerinx Tetap Menolak Jika RUU Permusikan Direvisi
"Saya sangat bergembira sekali, hari ini sangat luar biasa, pertemua tadi sangat produktif. Ada yang menolak, ada yang mengkaji ulang, masukkannya menarik juga ada apresiasi yang luar biasa," jelas Anang.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Nonton Konser Musik, Ini 3 Destinasi Wajib Mampir Saat Kamu ke Jazz Gunung Bromo 2026
-
Didukung Bebi Romeo dan Once Mekel, Janner Clay Siahaan Rilis 6 Karya Sekaligus
-
The Sounds Project Vol. 9 Hadirkan 120+ Musisi, Siap Ramaikan Festival Musik Lintas Generasi
-
'Permata Biru' Bersemi Kembali: Lee Voice Hidupkan Mahakarya Ote Abadi dengan Sentuhan Modern
-
The Upstairs Hadirkan Musik Enerjik dan Cerita Kehidupan Urban di Soundrenaline 2026
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper