Suara.com - Aktor Dimaz Andrean mulai mencoba profesi baru sebagai gamer. Semenjak awal tahun, bintang sinetron Dan ini menekuni dunia gaming.
Dimaz Andrean dikontrak oleh salah satu manajemen game cukup populer, NARA eSport. Di situ, lelaki 32 tahun ini terpilih menjadi profesional Streamer.
Kendati begitu, Dimaz Andrean memastikan tidak pernah meninggalkan industri hiburan Tanah Air. Dia tetap mengambil job akting seperti biasanya.
Lebih lanjut, berikut wawancara singkat seputar profesi baru Dimaz Andrean kepada Suara.com.
Sekarang beralih jadi gamer?
Iya bener kebetulan saya dikontrak sama salah satu eSport, NARA sSport namanya. Sambil belajar juga. Kebetulan yang punya NARA kawan juga. Jadi sambil belajar lah, sambil belajar kerja di dunia eSport kayak gimana.
Sulit nggak?
Nggak sih, mungkin jetlag-nya karena langsung berhadapan langsung sama netizen. Masih beradaptasi terus. Karena kan belum terbiasa. Soalnya kita diharuskan bermain sambil live streaming. Dan ternyata itu agak lebih sulit daripada kita main sendirian.
Sulit hadapi netizen maksudnya gimana?
Itu kan sebenernya belajar sabar juga. Karena nggak semua netizen paham apa yang kita alami di depan. Banyak belajar juga sama YouTuber atau Streamer yang lebih berpengalaman daripada saya untuk hadapi komentar negatif.
Komentarnya seperti apa?
Banyak yah. Nggak mungkin disebutin di sini karena jadi kasar. Tapi kita nggak bisa harapin mereka semua jaga mulut. Tapi sebaik-baiknya netizen harusnya, kita kan di Indonesia, kita orang yang berattitude, harusnya nggak gitu.
Sempet syok digituin netizen?
Pastinya kesel tapi lama-lama nggak ditanggepin. Itu hak mereka juga sih jadi gimana kitanya saja.
Baca Juga: Rupanya, Ini Alasan Dimaz Andrean Jarang Main Sinetron
Kalau kamu sendiri, aslinya suka main game?
Dari SMA sih aku suka main game FPS. Yang genrenya FPS. Dari game di PC sampai akhirnya pindahh ke mobile, emang suka.
Tapi kerjaan gamer ini bakal ditekuni?
Iya otomatis kalau sudah dikontrak yah sudah pasti serius.
Nggak ganggu jadwal syuting?
Apa yah, karena kita diberi keluasaan kalau kapan pun kamu bisa, silahkan main. Tapi kalau kamu kerja yah nggak apa-apa.
Mekanisme kerjanya gimana sih?
Sebenarnya game eSport kalau di saya harus memenuhi 30 jam dalam sebulan. Tapi kalau memang sedang ada kerjaan, misalnya nggak sampe 30 jam itu ada konsekuensinya. Tapi nggak apa-apa mereka mengerti karena kan kerjaan utama tetap akting.
Sehari bertahan main game berapa lama?
Dua sampai tiga jam. Kalau dulu bisa sampai berjam-jam tapi sekarang sudah taubat.
Kalau jadi profesional Streamer sendiri sejak kapan?
Baru tahun ini. Sekitar bulan Maret atau April kalau nggak salah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan