- Akademisi menyayangkan pidato Presiden Prabowo pada Jumat, 14 Agustus 2026, yang belum menjawab spesifik problematika pendidikan nasional.
- Teddy Prasetyono menilai kesejahteraan guru dan kebebasan akademik perguruan tinggi belum dijabarkan secara esensial dalam pidato tersebut.
- Sulistyowati Irianto menyatakan program kebijakan, seperti Makan Bergizi Gratis, minim payung hukum dan partisipasi publik.
Suara.com - Akademisi dan pengamat pendidikan menyayangkan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, (14/8/2026), belum menjawab problematika di dunia pendidikan secara spesifik. Selain itu program-program andalan Prabowo juga dinilai masih jauh dari landasan hukum.
Guru Besar Fakultas Kedokteran UI, Teddy Prasetyono, masih banyak hal-hal esensial yang seharusnya dapat dijelaskan oleh kepala negara dalam agenda tahunan itu.
Padahal, menurut Teddy, jaminan atas kesejahteraan guru merupakan hal paling fundamental bagi berkembang kualitas pendidikan di tanah air.
Teddy juga menyentil fenomena terkait masih banyaknya perguruan tinggi yang terkurung kebijakan birokrasi pemerintah yang dikhawatirkan dapat mengikis kebebasan akademik di lingkungan kampus.
"Sehingga kemerdekaan, kebebasan dalam bersuara itu semakin terasa ada hambatan," kata Teddy saat acara diskusi Forum Intelektual Antardisipil di Jakarta pada Jumat, (14/8/2026).
Ia mengapresiasi langkah Prabowo mengenai pembukaan sembilan fakultas kedokteran dan 170 program studi spesialis untuk memenuhi kebutuhan dokter dalam negeri.
Namun menurutnya, kesiapan langkah untuk wacana tersebut masih harus dipersiapkan secara matang. Perlu ada pengawasan khusus untuk menjaga mutu pendidikan kedokteran.
Sayangnya, esensi mengenai tata kelola program pendidikan bagi para dokter spesialis tidak ikut dijabarkan oleh Prabowo.
Selain di bidang pendidikan, pidato Prabowo juga tak menggambarkan realita kondisi penegakan dan pembuatan payung hukum secara nyata. Hal ini yang juga menjadi sasaran kritik oleh Guru Besar Fakultas Hukum UI, Sulistyowati Irianto.
Baca Juga: FIAD Kritik Keras Pidato Kenegaraan Prabowo, Dinilai Hanya Simbol Populisme
Sulistyowati menilai, masih banyak produk kebijakan yang dibuat tanpa melibatkan partisipasi publik yang bermakna dan berlandaskan payunh hukum yang sesuai.
Akibatnya, penerapan program yang berkeadilan justru menjadi tidak tepat sasaran. Ia mencotohkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang secara esensi memiliki tujuan yang bermanfaat.
"Tetapi salah sasaran dan tata kelolanya itu seperti kita lihat semua, tidak kelihatan ada tata kelola yang baik," katanya.
Sulistyowati memberi catatan, pidato kenegaraan yang disampaikan Prabowo memang terlihat baik. Namun jika dibandingkan kondisi riil, pidato justru berbanding terbalik.
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
-
Bawa Siswi Papua ke Sidang Tahunan MPR, Prabowo Buktikan Manfaat MBG
-
Prabowo Larang Siswa SD Pacaran, Syarat 'Sabuk Hitam' Bikin Sidang DPR Pecah Tawa
-
Prabowo Kecam Keras Korupsi MBG, Sebut Pelakunya Orang-Orang Biadab
-
Ahmad Dhani Punya Satu Harapan dari Pidato Prabowo: Tegakkan Pasal 33 UUD 1945
-
Di Sidang Tahunan MPR, Sultan Najamudin Titip Satu Pesan untuk Prabowo
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Pidato Prabowo Dinilai Tak Menyentuh Realita, Guru dan Pendidikan Jadi Sorotan
-
Penampilan Maarten Paes Bikin Pelatih Ajax Geleng-geleng, Petinggi PSSI Langsung Dihujat
-
Purbaya Bakal Terapkan Pajak Baru Jika Ini Terjadi di 2027
-
Donald Trump Tepis Keluhan Prajurit USS Abraham Lincoln di Tengah Perang Iran
-
Kerusakan Meluas di Flores Akibat Gempa 7.0 dengan Peringatan Tsunami
-
3 Smartwatch Anak dengan GPS Tracker, Bisa Telepon dan Pantau Lokasi Si Kecil
-
Daftar Harga HP realme Agustus 2026, Baterai Jumbo Ramah di Kantong
-
Kisah Bli Nyoman Merawat Alam di Desa Sejahtera Astra, Les Buleleng Bali
-
Sekat Rasa dan Hati yang Terhentak
-
Penjelasan NASA Bumi Tidak Mengelilingi Matahari