Suara.com - Desainer kondang Anne Avantie membuat keputusan mengesankan di tengah pandemi virus corona atau covid-19. Dia membantu menjahit pakaian alat pelindung diri (APD) bagi para medis.
Dia memproduksi massal ADP melalui Anne Avantie Foundation. Hal itu terungkap dalam unggahan terbarunya di Instagram pada Kamis (26/3/2020).
"Dalam KONDISI apapun kita bisa terus berBAGI. Inilah keadaan pagi kami di divisi produksi ANNE AVANTIE FOUNDATION. Dengan segala KETERBATASAN yang ada dan hanya dengan mesin MANUAL," tulisnya sebagai caption.
"Kami berjuang untuk dapat memberikan sesuatu untuk bangsa ini. Kami persembahkan bagi PAHLAWAN KEMANUSIAAN yang berjuang memerangi COVID-19 di garda terdepan sebagai PEJUANG BANGSA," sambungnya lagi.
Perempuan 53 tahun ini mengatakan seluruh pakaian APD produksinya akan disumbangkan ke rumah sakit di Indonesia.
"Baju APD ini tidak saya PERJUAL BELIKAN tetapi DISUMBANGKAN ke rumah sakit - rumah sakit yang membutuhkan," tuturnya.
Perancang kebaya ini meminta kepada setiap rumah sakit yang kekurangan APD untuk segera mengirim email kepada dirinya.
"Kirimkan email ke anneavantie@yahoo.com. Permohonan kebutuhan baju APD, Surat resmi dari Rumah Sakit (TIDAK melayani perorangan & TIDAK di per JUAL - BELI kan dalam bentuk apapun) Cp : Asmanah - 081389373939," tuturnya.
Anne Avantie pun meminta kepada masyarakat buat bahu membahu membantu pemerintah dalam memberantas virus tersebut.
Baca Juga: Bawa Koleksi Jadoel, Anne Avantie Tutup Gelaran Palembang Fashion Week 2020
"Kalau saya BISA, Ayo PENJAHIT - PENJAHIT lain pasti bisa. Dan apalagi GARMENT - GARMENT anda pasti LEBIH BISA. Mari kita berjuang bersama untuk Bumi Pertiwi yang kita Cintai," ucapnya.
Selain itu, pemilik nama asli Sianne Avantie juga membuka donasi penjahitan baju ini. Dia menyertakan dimana penggalangan dana bisa dilakukan.
"Donasi APD PAHLAWAN KEMANUSIAAN. Apabila ada yang tersentuh dan ingin berdonasi untuk kemudian kami salurkan bagi PAHLAWAN KEMANUSIAAN dapat berdonasi ke Bank BCA a/n Yayasan Wisma kasih Bunda 009- 7006- 711," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura