Suara.com - Ular king kobra bernama Garaga yang dipelihara Youtuber Panji Petualang sempat viral di media sosial.
Menuai pro dan kontra, Panji memutuskan melepas ular paling mematikan itu ke sebuah hutan yang tak diberitahu lokasinya. Nah, baru-baru ini, Panji dan timnya ke hutan itu lagi untuk memantau perkembangan Garaga.
Seperti dilihat Suara.com di channel Youtube Panji Petualang, tak mudah bagi Panji dan tim menemukan Garaga di hutan yang konon ditakuti masyarakat setempat itu. Panji harus menyusuri hutan hingga harus menginap.
Panji dan seorang rekannya sempat bertemu ular jenis king kobra di sana. Sayangnya setelah dilihat dengan seksama ular tersebut bukan Garaga.
Pencarian Garaga dilanjutkan di bagian utara hutan. Sampai akhirnya mereka berada di sebuah lokasi yang banyak ditumbuhi pohon bambu.
"Kita udah bener-bener jauh banget jalan, sampai di ujungnya hutan. Di depan ada hutan bambu, mudah-mudahan kita bisa jumpa dengan si ganteng di sini," kata Panji.
"Biasanya king kobra nyari lokasi yang bener-bener rimbun dan deket sama bambu," ujarnya lagi.
Dugaan Panji meleset. Dia dan tim tak menemukan satu pun ular di sana, termasuk Garaga.
Hujan pun turun. Mereka kemudian memutuskan untuk berhenti melakukan pencarian dan memasang bivak -- tempat berlindung sementara -- untuk berlindung dari hujan.
Baca Juga: Konten Ular-nya di YouTube Disalahkan, Panji Petualang Sentil Para Orangtua
Tak juga menemukan Garaga, Panji dan tim mulai putus asa. Namun, tepat di belakang mereka berdiri tegak seekor ular besar yang cukup membuat kaget.
Begitu melihatnya, Panji langsung yakin jika ular itu adalah Garaga yang dicari.
"Garaga mang. Ini Garaga mang," teriak Panji kegirangan.
Panji mencoba berkomunikasi dengan 'sahabatnya' itu dengan bertanya bagaimana kabarnya selama tinggal di hutan.
Dia pun bersyukur karena menilai Garaga lebih sehat hidup di alam. "Sumpah gede banget Garaga di alam. Gede banget," ujar Panji.
"Makasih temen-temen udah mengikuti monitoring Garaga ini sehingga saya bisa menjumpai si ganteng Garaga kebanggaan kita semua," katanya lagi menutup vlog tersebut.
Berita Terkait
-
Dari Anak Aneh Jadi Ikon: Kisah Panji Petualang dan Peran Tak Terduga Dedi Mulyadi
-
Panji Petualang Bawa Terapis untuk Pak Tarno, Sang Pesulap Mendadak Bisa Jalan Tanpa Alat Bantu
-
Mengharukan! Detik-detik Pak Tarno Sudah Bisa Jalan Usai Stroke
-
Kisah Panji Petualang Berjuang Melawan Diabetes Hingga Jari Nyaris Diamputasi
-
Gak Pernah Salat Seperti Panji Petualang? Habib Jafar Ingatkan Ibadah Itu Jadi Penanda Bedanya Mukmin dengan Kafir
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Sailun Tekan Biaya Operasional Sektor Pertanian Indonesia Lewat Ban MAXAM
-
Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival
-
Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar
-
BPDP Kucurkan Rp 240 T untuk Program Biodiesel, Bikin RI Hemat Impor Rp 722,9 Triliun
-
YE (Kanye West) Siap Guncang GBK Oktober 2026, Jadi Satu-satunya Kota di Asia Tenggara
-
UIPM Beri Alasan Mengapa Jejaring Internasional Penting bagi Dunia Pendidikan
-
Kematian Janggal Sutrimo, Benarkah Terkait Kasus Eks Jampidsus?
-
Memantau Harimau yang Bikin Geger Warga di Pulau Burung Indragiri Hilir
-
KPK Dalami Lelang Jabatan Zulkarnain, Dugaan Mahar Pajero Sport ke Bupati Diusut
-
Korupsi Kepala Daerah Sudah Level Darurat, DPR Panggil Kemendagri dan Asosiasi Pemda Besok