Suara.com - Dengan wabah Virus Corona baru alias COVID-19 naga-naganya bakal menjadi pandemi paling mematikan sejak krisis HIV/AIDS, band-band dari ranah metal pun kini sudah menggunakan nama "COVID-19" untuk menyajikan musik yang 'menginfeksi'.
Sampai artikel ini diturunkan, setidaknya sudah ada dua band yang mengusung nama "COVID-19" sebagai indentitas mereeka. Dan yeah, kedua grup musik ini cukup brutal!
Band COVID-19 yang pertama datang dari Brasil. Mereka bahkan sudah menelurkan karya berupa EP alias mini album bertajuk When the Traditional Margarine Commercial Family Dies.
Dirilis pada Maret 2020 lalu, EP ini tentunya merupakan mini album perdana bagi COVID-19 Brasil.
Band ini sendiri mengusung genre musik brutal death metal dan goregrind yang bisa membuat eargasm para penikmat scene ini.
Sejalan dengan nama bandnya, kover EP COVID-19 Brasil menampilkan art sebuah keluarga di mana ayah, ibu dan anak semuanya menggunakan masker.
Gambar tersebut memang merepresentasikan keadaan masyakat di kala pandemi seperti sekarang ini yang akrab dengan masker.
Seperti dilansir Loudwire, band Amerika Selatan ini adalah proyek satu orang, yakni proyek sang vokalis dengan empat orang lainnya memainkan instrumen.
Tak ketinggalan, dua vokalis tamu juga ikut andil menyumbang suara mereka pada EP tersebut.
Baca Juga: Man United dan Man City Saling Sikut Dapatkan Bek Sentral Leipzig
Anda bisa klik disini untuk mendengarkan COVID-19 Brasil via Bandcamp
Sementara itu, band COVID-19 yang kedua berasal dari Rusia. Setali tiga uang dengan COVID-19 Brasil, COVID-19 Rusia juga telah menghasilkan EP.
Bahkan, COVID-19 Rusia telah merilis dua mini album sejauh ini, yakni We All Die dan Collapse of the Planet.
Menurut Loudwire, Alex Ezeptrone yang merupakan personel band doom / death metal cukup ternama di Rusia, Wishdoomdark, adalah penggagas sekaligus frontman band COVID-19 Rusia ini.
Disebutkan, Alex berkontribusi pada semua instrumen maupun vokal pada dua EP tersebut.
Anda bisa klik disini untuk mendengarkan COVID-19 Rusia via Bandcamp
Well, bicara COVID-19, pandemi Virus Corona sendiri memang telah membuat konser-konser di seluruh dunia batal.
Hammersonic salah satunya, pesta musik tahunan terbesar kebanggaan Indonesia yang sedianya digelar pada akhir bulan lalu tersebut, harus ditangguhkan hingga tahun depan.
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
Mufli Ananda Umur Berapa? Asisten Raffi Ahmad yang Disorot usai Jadi Komisaris
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau