Petikan trailer film Soekarno Indonesia Merdeka [YouTube]
Suara.com - Memasuki bulan Agustus, Republik Indonesia akan menyambut hari Kemerdekaan yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 tidak ada salahnya untuk mengisi waktu dengan menonton film yang dibuat untuk mengenang perjuangan-perjuangan para pahlawan untuk mendapatkan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mulai dari Film yang menceritakan tentang kehidupan atau profil pahlawan Indonesia hingga film yang menceritakan tentang perjuangan saat melawan peperangan.
Berikut Suara.com rangkum 7 Film yang cocok ditonton saat 17 Agustus:
- Soekarno: Indonesia Merdeka
Menceritakan tentang sosok Presiden Pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno, dalam film ini Soekarno diperankan oleh Ario Bayu. Disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan diporduseri oleh Raam Punjabi, film ini dirilis pada tahun 2013. Diceritakan mulai dari masa kecil hingga saat Soekarno menjadi Bapak Proklamator, tidak lupa dalam film ini juga menampilkan sosok Mohammad Hatta yang diperankan oleh Lukman Sardi. - Kartini
Siapa yang tak mengenal sosok pahlawan yang memperjuangkan emansipasi wanita ini, diperingati setiap tanggal 21 April tepat di hari kelahiran sang pahlawan.
Film Kartini dirilis pada tahun 2017 dan dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo. Film ini menceritakan perjuangan sosok Kartini mulai dari mendirikan sekolah untuk kaum miskin dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi semua masyarakat Jepara. Menceritakan pula tentang perjuangannya untuk menyetarakan hak bagi orang baik ningrat atau bukan terutama hak seorang perempuan. - Naga Bonar
Film Naga Bonar adalah film komedi yang berlatar belakang situasi tahun 1987. Diperankan oleh aktor senior yaitu Deddy Mizwar, menceritakan tentang peristiwa perang kemerdekaan Indonesia ketika melawan kedatangan pasukan Kerajaan Belanda pasca Kemerdekaan Indonesia di daerah Sumatera Utara.
Diceritakan Naga Bonar merupakan seorang pencopet di Medan yang sering keluar masuk penjara Jepang. Memiliki dialog khas yaitu 'Apa Kata Dunia?' juga memiliki sekuel yaitu 'Naga Bonar (jadi) 2' yang diperankan oleh Deddy Mizwar dan Tora Sudiro. - Merah Putih
Film ini dirilis pada tahun 2009, sebagai film pertama yang diproduksi untuk menceritakan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Film ini menjadi film seri pertama dalam Trilogi Merdeka yang diprodksi oleh kolaborasi Media Desa Indonesia mili Djojohadikusumo dan rumah produksi film Margate House.
Merah Putih menjadi film yang diambil berdasarkan sejarah perjuangan Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947 saat terjadinya peristiwa Agresi Militer Belanda I ke jantung pemerintahan Republik Indonesia di Jawa Tengah.
Dibintangi oleh Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Teuku Rifnu, Zumi Zola dan Darius Sinathrya. Kelimanya menjadi kadet yang mengikuti latihan militer di sebuah Barak Bantir di Semarang, mereka memiliki latar belakang, suku dan agama yang berbeda. - Darah Garuda
Film Darah Garuda menjadi film kedua dalam Trilogi Merdeka yang dirilis pada tahun 2010. Darah Garuda atau Merah Putih II ini menceritakan kelanjutan dari perjuangan para pahlawan yang diperankan oleh Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Ario Bayu dan Teuku Rifnu.
Menceritakan para kadet ini yang terhbung dengan kantor pusat Jendral Sudirman dimana mereka diberi sebuah tugas rahasia di belakang garis musuh di Jawa Barat. Sebuah serangan gaya komando pada lapangan udara yang membalikkan perlawanan para pemberontak melawan Jendral Van Mook. - Hati Merdeka
Film Hati Merdeka merupakan film ketiga dalam seri Trilogi Merdeka yang dirilis pada tahun 2011. Melanjutkan perjuangan mereka yang sudah menyelesaikan misi yang berakhir tragis yaitu mundurnya salah satu anggota kelompok ini yang diperankan oleh Lukman Sardi.
Tanpa sosok pemimpin, mereka melanjutkan dendam dalam perjalanan misi mereka ke Bali untuk membalas denam kepada Belanda. Mereka dikirim ke Bali untuk membunuh Kolonel Raymer yang telah membunuh keluarga Tomas yang diperankan oleh Donny Alamsyah. - Guru Bangsa: Tjokroaminoto
Siapa yang tidak mengenal sosok pahlawan yang satu ini, film ini menceritakan tentang biografi tokoh pahlawan nasional Tjokroaminoto. Dirilis pada tahun 2015 film ini disutradarai oleh Garin Nugroho dan diproduseri oleh aktris legendaris Christine Hakim.
Sosok Tjokroaminoto diperankan oleh aktor Reza Rahardian, menceritakan tentang kesenjangan sosial dan pengelompokan kasta yang masih sangat terlihat, membuat Tjokroaminoto yang terlahir dari kaum bangsawan di Ponorogo ingin berbuat baik untuk menyelamatkan bangsanya.
Itulah film yang cocok untuk ditonton saat 17 Agustus.
Komentar
Berita Terkait
-
War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan
-
Gagal di Pasaran, Sony Pictures Kapok Bikin Film Spin-off Spider-Man?
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu
-
10 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus yang Unik dan Terjangkau, Bermanfaat untuk Sehari-hari
-
20 Ide Lomba 17 Agustus Seru buat Ibu-Ibu, Bikin Perayaan HUT ke-81 RI Makin Meriah
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan