Suara.com - Siapakah Ustaz Yusuf Mansur? Berikut ini profil Ustaz Yusuf Mansur yang dikabarkan tengah terbaring di rumah sakit, Sabtu (22/8/2020).
Melalui akun media sosialnya, Ustaz Yusuf Mansur meminta doa kepada para pengikut.
"Minta doanya lagi ya buat saya," tulis admin yang mengelola akun media sosial milik Ustaz Yusuf Mansur.
Dalam postingan itu terdapat foto Ustaz Yusuf Mansur sedang berbaring di atas tempat tidur di sebuah ruangan rumah sakit.
Latar Belakang
Ustaz Yusuf Mansur pemilik nama lengkap Jam’an Nurkhatib Mansur lahir di Jakarta, 19 Desember 1976. Dirinya adalah seorang tokoh pendakwah, penulis buku, dan pengusaha dari Betawi, sekaligus pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, Cikarang Tangerang dan pengajian Wisata Hati.
Ustaz Yusuf Mansur adalah anak dari Ayah Abdurrahman Mimbar dan Ibu Humrifiah. Dirinya menikah dengan Siti Maemunah, dan dikaruniai anak-anak bernama Wirda Salamah Ulya, dan Qumii Rahmatul Qulmul.
Setelah tamat MI (Madrasah Ibtidaiyah), dirinya kemudian melanjutkan ke MTs (Madrasah Tsanawiyah) Chairiyah Mansuriyah, yaitu lembaga pendidikan yang dikelola keluarganya, KH. Achmadi Muhammad.
Baca Juga: Kebangetan, Ustaz Yusuf Mansur Malah Dicibir saat Minta Doa Kesembuhan
Saat itu, Yusuf Mansur adalah siswa yang paling muda jika dibandingkan dengan teman-temannya yang lain. Ia pun lulus dari MTs. Chairiyah Mansuriyah pada tahun pada tahun 1988/1989 sebagai siswa terbaik di usianya yang masih 14 tahun.
Lulus dari MTs. Chairiyah Mansuriyah, kemudian pendidikannya dilanjutkan ke MA (Madrasah Aliyah) Negeri 1 Grogol sebagai lulusan terbaik. Lulusan Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di Fakultas Hukum, dan kuliah jurusan Syari'ah di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Perjalanan Karir Ustaz Yusuf Mansur
Pada tahun 1996, Ustaz Yusuf pernah terjun di bisnis informatika. Namun sayang, bisnisnya malah menyebabkan ia terlilit hutang dan membuatnya masuk rumah tahanan selama 2 bulan, dan hal serupa juga kembali terulang pada tahun 1998.
Saat di penjara itulah, kemudian dirinya menemukan hikmah tentang sedekah. Selepas dari penjara, ia mencoba memulai usahanya kembali dari nol dengan berjualan es di terminal Kali Deres.
Hidup Yusuf Mansyur akhirnya mulai berubah saat ia berkenalan dengan seorang polisi yang memperkenalkannya dengan LSM. Selama bekerja di LSM itulah, kemudian ia membuat buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
Reaksi Arya Khan Disindir Michelle Ashley Bikin Pinkan Mambo Downgrade Sampai Ngamen di Jalanan
-
Dokter Piprim Kecam Billboard Promosi Film Aku Harus Mati, Dinilai Berbahaya Bagi Mental Anak
-
Niko Al Hakim Ungkit Penelantaran Kucing di 2024, Pihak yang Rescue Bela Rachel Vennya
-
Pesona Nikita Willy Berhijab Saat Liburan di Jepang Curi Perhatian
-
Karina Ranau Protes, Foto Almarhum Epy Kusnandar Dipakai Jual Jaket Kang Mus
-
Tidak Direstui Fans! Siapa Elias Ronnenfelt? Pria yang Dirumorkan Dekat dengan Jenna Ortega
-
Film Autopsy: Dead Body Can Talk, Jejak Kebenaran di Meja Autopsi
-
Sudah Operasi Ganti Kelamin, Lucinta Luna Pastikan Tak Bisa Punya Anak Meski Kembali Jadi Cowok
-
Klarifikasi Virgoun Soal Ambil Anak Saat Inara Terseret Kasus: Hanya Sementara Sampai Badai Reda
-
Dialog Terima Kasih Soeharto di Film Dilan ITB 1997 Picu Kontroversi