Suara.com - Nikita Mirzani menjadi salah satu artis yang membantu para korban gempa di Sulawesi Barat dan banjir di Kalimantan Selatan. Dia mengaku mendonasikan uang sampai Rp 200 juta.
"Bismillah. Untuk membantu saudara-saudara saya yang terkena bencana gempa di Majene, Sulawesi Barat dan korban banjir di Kalimantan Selatan, saya ingin menyumbang masing-masing Rp 100 juta," kata Nikita Mirzani di Instagram, dikutip Minggu (17/1/2021).
Diakuinya, donasi itu diharapkan bisa membantu para korban bencana di dua kawasan tersebut. Ia berharap aksi pamernya bisa membuat artis lain tergerak.
"Sama seperti awal COVID-19, semoga langkah saya diikuti oleh rekan artis lainnya dan juga untuk teman-teman yang mampu, terketuk hatinya untuk berbagi rezeki ke sesama manusia" ujar ibu tiga anak itu menambahkan.
Namun, unggahan pemain film Comic 8 itu kemudian dikritik seorang pengguna Instagram. Dalam komentarnya, netizen itu menilai, Nikita Mirzani hanya ingin pamer lewat unggahannya.
"Artis-artis yang lain sudah duluan keles. Cuma nggak diposting saja," komentar @bole_lebo.
"Doi lebay show off, gila." lanjutnya.
Komentar bernada kritik itu kemudian ditanggapi oleh Nikita Mirzani. Ia mengaku sengaja pamer karena bangga.
Baca Juga: Hana Hanifah Beli Mobil Rp 2 M, Nikita Mirzani Curiga Dikasih Gadun
"Iya, gue show off memberikan uang Rp 200 juta untuk (korban) bencana dan gue bangga sama diri sendiri," kata Nikita Mirzani menanggapi.
Namun, ada juga yang menyindir artis lain untuk tidak membuat konten jika beramal. Ada juga yang membela Nikita Mirzani karena aksi nyatanya.
"Dan semoga artis yg lain yg ikut nyumbang tidak membuat konten ketika mereka menyumbang donasi itu. Karna apa? Jatuhnya riya. Semisal dia nyumbang Rp 10 juta, dia buat konten di upload di YouTube duit Rp 10 juta yang ilang bisa balik hingga puluhan kali lipat. Jadi seperti memanfaatkan kesempatan untuk meraih keuntungan" komentar @ariomawardip.
"Terserah orang mau mikir apa mba/mas yang penting nyai Nyumbang dan bisa bantu saudara kami yg di Kalsel di sini air masih tinggi, bukan masalah mamerin/tidak kalau sudah suasana gini yg penting itu NYUMBANG ke sesama yang jadi korban," timpal @rizkimalinda95.
Berita Terkait
-
Gokil! Kreator Konten Waldi Sempurna Konsisten Berbagi Puluhan Nasi Kotak Setiap Gajian
-
Givri Taj Cerita Transformasi Lewat Operasi Plastik di Vietnam, Sedot Lemak hingga Fat Grafting
-
Dari Kreator Konten ke Pebisnis, Begini Perjalanan Karier Acil Bintangnya Parfum
-
Kisah TikToker Kiki Jupe, dari Guru Honorer Kini Jadi Pengusaha Kuliner Sukses
-
Rieke Kritik Kasasi 'Paket Kilat' Nikita Mirzani, Kejagung Malah Puji: Bagus, Ada Kepastian Hukum
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
-
Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan
-
KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP
-
Polisi Sita Parang hingga Golok Jelang Aksi Ribuan PSHT di Surabaya