Suara.com - Selebram perempuan inisial JAF ditangkap polisi karena kedapatan konsumsi narkoba dengan manajer diskotek inisial DHS di Bali. JAF ditangkap di sebuah villa yang disewanya di kawasan Kerobokan, Kuta Bali, Jumat 9 Juli 2021.
Keduanya disinyalir memiliki hubungan asmara dan diringkus pagi hari saat baru bangun tidur. Dalam pengerebekan yang dilakukan oleh Tim Berantas Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali itu disita barang bukti sabu dan ekstasi serta alat isap bong.
Sumber kepolisian di lapangan mengungkapkan, JAF adalah selebram asal Jakarta berusia 30 tahun. Ia disebut memiliki ratusan ribu followers. Sementara DHS adalah manager diskotek LX Bali dan berusia 39 tahun.
Pasangan yang bukan suami istri itu dibekuk tanpa perlawanan. Dari hasil interogasi polisi, keduanya mengaku mengkomsumsi sabu dan ekstasi dan hasil tes urine keduanya positif mengandung narkoba.
"Keduanya digerebek saat bangun tidur. Mereka sudah berada di kamar vila sejak semalaman. Dari penggeledahan kami sita barang bukti sabu dan ekstasi, pipa kaca serta alat isap bong," ungkap sumber.
Sumber kembali membeberkan, aktivitas selebgram cantik dan Manager diskotik LX yang terletak di Jalan Raya Legian Kuta itu sudah seminggu diincar Tim Berantas BNNP Bali.
Diskotik ini memang terbilang ramai karena kerap menggelar even besar mendatangkan selegram dan Disc Jockey (DJ) terkenal dari Indonesia dan Luar Negeri.
"Diskotik LX ini ramai didatangi pengunjung lokal karena sering mengadakan even-even besar dan mendatangkan selegram dan DJ tersohor. Ada informasi diskotik itu juga mengedarkan narkoba masih diselidiki," beber sumber melanjutkan.
Terkait identitas selebgram JAF, sumber kepolisian menyebut perempuan berparas cantik tersebut sudah memiliki seorang anak yang masih kecil. JAF juga terbilang sukses di dunia digital di bidang kecantikan dengan memiliki 146 ribu followers.
Baca Juga: Selebgram JAF Ditangkap Pesta Narkoba Bersama Manajer Diskotik LX Bali
"Dia sukses di bisnis produk kecantikan," kata sumber.
Penangkapan selebgram ini dibenarkan Kepala BNNP Bali Brigjen Gde Sugianyar Dwi Putra yang dikonfirmasi Senin 12 Juli 2021. Rencananya, penangkapan tersebut akan dirilis hari ini di kepolisian setempat.
Berita Terkait
-
Cerita Ivan Ray, Digerebek Kamtib hingga Dipukul Oknum Polisi Gegara Narkoba
-
Ivan Ray Jinny Oh Jinny Bongkar Masa Lalu Jadi Pengedar Narkoba, Jual Paket Hemat
-
Kasus Narkotika, Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara
-
Ammar Zoni Kirim Surat ke Presiden Prabowo, Minta Keringanan Kasus Narkoba
-
Dituduh Kambuh, Iwa K Tantang Netizen yang Minta Dirinya Cek Urine
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
iCAR V23 Tawarkan Boxy SUV Bergaya Ikonik, Tampil Beda Tanpa Mengorbankan Efisiensi Energi
-
Aturan Dana Lingkungan Hidup Diubah, Uang Rp22 Triliun untuk Masyarakat Tak Bisa Cair
-
Fakta atau Mitos? Kupas Tuntas Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Beralih ke Kendaraan Listrik
-
Tak Hanya Pemerintah, Industri RS Butuh Pendanaan Perbankan
-
4 Gaya OOTD High-Street Experimental ala Hongjoong ATEEZ, Biar Nyentrik!
-
5 Lip Cream Warna Coklat Oranye yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Harga Rp20 Ribuan
-
Tak Punya SPPG, Sudaryono Minta Publik Laporkan Oknum Ngaku Kerabat Kepala BGN
-
5 Merek Parfum Lokal Paling Populer di Indonesia 2026, Laris Manis Dibeli Lewat Shopee
-
Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Rupat Utara Dilaporkan ke Komnas HAM dan LPSK
-
Investor Banyak Jual Saham, IHSG Akhirnya Terkoreksi Setelah 10 Hari Menguat