- Aktor Ivan Ray mengungkapkan pernah terlibat penyalahgunaan narkoba melalui kanal YouTube Indra Bruggman.
- Saat digerebek petugas di Tebet, Ivan Ray mengalami kecelakaan parah terjepit seng saat melarikan diri.
- Ivan Ray sebelumnya juga pernah ditangkap di Roxy dan mengalami pemukulan polisi sebelum akhirnya bebas.
Suara.com - Aktor Ivan Ray, pemeran Bagas di sinetron Jinny Oh Jinny baru-baru ini membongkar lembaran hitam masa lalunya terkait penyalahgunaan narkoba.
Ivan Ray, melalui kanal YouTube Indra Bruggman bercerita kalau dirinya pernah menjual narkoba. Aktivitas itu kemudian diketahui petugas keamanan.
"Waktu itu digerebek sama Kamtib atau sejenisnyalah di rumah kosong di Tebet," ujar Ivan Ray mengawali ceritanya pada video yang hadir 10 Maret 2026.
Saat mencoba kabur dari kejaran petugas, aktor 45 tahun ini mengalami kecelakaan fisik yang cukup parah.
"Gue ke belakang, di belakang itu ada lahan kosong, ada seng-seng sama kayu-kayu rapuh. Gue naik mau ke rumah sebelah. Ada paku, paku itu nancap, gue jatuh ketutupan seng," ungkapnya mengenang momen menyakitkan tersebut.
Ivan Ray terpaksa terjepit di bawah tumpukan seng selama satu jam demi menghindari sorotan lampu senter petugas yang mencarinya.
Dalam kondisi tersebut, Ivan Ray berdoa kepada Tuhan.
"Ya Allah tolong gue, gue udah nggak pengen kayak gini lagi," tutur pria kelahiran Jakarta ini.
Ivan Ray bercerita, ini bukan kali pertama ia diringkus. Sebelumnya pun ia pernah ditangkap di kawasan Roxy, Jakarta.
Baca Juga: Kasus Narkoba Ketiga, Fachri Albar Dituntut Rehabilitasi 6 Bulan
"Gue tinggal di rumah bandar di Roxy. Gue ketangkap karena dibuat sebagai saksi tadinya. Pas gue lagi tiduran, temen gue lagi bikin-bikin aluminium foil," ucapnya.
Ia kemudian digiring ke pos polisi.
"Awalnya gue cuma ditanya-tanyain. Sampai akhirnya temen gue ngomong 'Ooh itu pemakai Pak sebenarnya'," cerita Ivan Ray.
Polisi yang mengetahui telah dibohongi Ivan Ray, melakukan tindakan fisik.
"Digebuklah gue pake pentungan polisi di sini. Wah kamu bohongin polisi!" tutur Ivan.
Tindakan penganiayaan terhadap Ivan Ray makin kasar.
Berita Terkait
-
Ivan Ray Jinny Oh Jinny Bongkar Masa Lalu Jadi Pengedar Narkoba, Jual Paket Hemat
-
Ammar Zoni Kirim Surat ke Presiden Prabowo, Minta Keringanan Kasus Narkoba
-
Dituduh Kambuh, Iwa K Tantang Netizen yang Minta Dirinya Cek Urine
-
Profil Donna Fabiola yang Diduga Pengedar Narkoba, Kakeknya Mantan Menteri?
-
Berniat Edarkan Narkoba Jenis Kokain di DWP 2025, Selebgram Donna Fabiola Ditangkap Polisi
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Permudah Layanan Administrasi, IKD Dukcapil Raih Top Public Service Application for Ministry
-
Tak Sekadar Olahraga, Tren Komunitas Jadi Cara Baru Masyarakat Indonesia Jalani Hidup Sehat
-
Kepala BGN Buka Suara Terkait Putusan MK, MBG Tetap Jalan Sesuai Rencana
-
Pergantian Jitu John Herdman, Bawa Timnas Indonesia Tembus Tembok Timor Leste
-
The Great Escape, Buku Bergambar tentang Keajaiban dan Kekacauan Saudara
-
Penerapan B50 Dinilai Perlu Diiringi Reformasi Tata Kelola Biodiesel
-
Suami Dilaporkan Kasus Perzinaan, Cut Keke Beri Respons Mengejutkan: Banyak Fitnahnya!
-
Batal ke Papua, Pegawai BGN yang Viral Main HP Saat Zoom Dimutasi ke Sulsel
-
Minat Investasi Turun, Harga Acuan Emas Merosot
-
Golkar Sumsel Bersiap Gelar Musda, Mampukah Partai Kembalikan Kekuatan Politiknya?