Entertainment / Gosip
Selasa, 17 Maret 2026 | 11:30 WIB
Aktor Ivan Ray saat ditemui di rumah duka Indra Bruggman di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (18/9). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Aktor Ivan Ray mengaku mulai mengenal narkoba jenis putau (heroin) saat masa SMA melalui tawaran teman sebaya.
  • Ketergantungan putau menyebabkan Ivan mengalami 'ngetrop' dan sakit luar biasa saat mencoba berhenti mengonsumsi.
  • Ivan Ray sempat menjadi bandar narkoba dalam kurun waktu satu tahun memanfaatkan sistem penjualan Paket Hemat (Pahe).

Suara.com - Aktor Ivan Ray yang dikenal luas sebagai pemeran Bagas dalam sinetron legendaris Jinny Oh Jinny, melontarkan pengakuan mengejutkan. 

Ivan Ray, melalui kanal YouTube Indra Bruggman secara blak-blakan bilang kalau pernah bersinggungan dengan narkoba. 

Lebih dari itu, lawan main Diana Pungky ini bahkan pernah menjadi bandar narkoba.

"(Mengenal narkoba) SMA itu. Ya gara-gara ditawarin temen gue. Temen SMA," kata Ivan Ray pada unggahan di 10 Maret 2026.

Bukan sekadar ganja atau obat terlarang ringan, Ivan langsung bersinggungan dengan narkotika jenis putau atau heroin. 

"Iya, itu putau dikenalin. Anak SMA udah tau kayak gitu? Jangan kan SMA, itu kalau nggak salah setelah gue selesai sekolah itu ada anak SMP yang ikutan," tuturnya.

Efek penggunaan putau

Efek dari penggunaan putau membuat Ivan Ray sering berada dalam kondisi yang disebutnya sebagai 'ngetrop' atau giting. 

Berbeda dengan alkohol yang membuatnya ekspresif, putau justru menciptakan halusinasi dan kenyamanan semu dalam kesendirian yang mendalam.

Baca Juga: Roy Marten Murka: Penjara Bukannya Menyembuhkan, Malah Jerumuskan Pecandu Narkoba!

Kondisi tersebut membuatnya merasa memiliki dunia sendiri dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar, termasuk urusan pendidikannya. Ia mengaku sangat menikmati sensasi tersebut tanpa memikirkan risiko kesehatan yang mengintai nyawanya setiap saat.

"Kalau ini ngetrop jadi sebenarnya lebih ke punya dunia sendiri aja kalau lu udah giting itu udah enak aja sendiri aja," ungkap Ivan Ray.

Seiring berjalannya waktu, rasa ketergantungan Ivan terhadap putau semakin meningkat. 

Ia menjelaskan, putau menyerang aliran darah sehingga menciptakan rasa sakit yang luar biasa jika ia mencoba untuk berhenti memakainya secara mendadak.

Tubuhnya akan terasa remuk dan tidak bertenaga jika dosis harian tidak segera masuk ke dalam sistem metabolisme tubuhnya. 

Hal inilah yang memaksa para pecandu untuk terus mencari barang tersebut dengan cara apa pun demi menghilangkan rasa sakit.

Load More