Film yang paling disukai apa?
Ada beberapa judul yang masih aku ingat. The Eight Diagram Pole Fighter (1984), 39 Chamber of Shaolin (1978), Shaolin vs Ninja. Film actionnya Strangers of Atlantis, film Indonesia seperti Jaka Sembung.
Sempat cerita kalau nonton tapi nggak punya uang, sampai mengintip di lubang ventilasi. Kalau boleh tau seperti apa latar belakang keluarga?
Aku datang dari keluarga sederhana. Aku nggak TK karena keluargaku nggak mampu, jadi langsung SD saja. Aku umur 6 tahun masuk SD. Namanya, SD Negeri nomor 060823/100.
Kehidupan pas-pasan itu terus berjalan atau gimana?
Sama sih, kebetulan bapak aku lulusan setingkat SMP. Sampai aku usia 5-6 tahun itu narik becak kan, baru setelahnya kerja di bengkel. Ibu aku berjualan kain di pasar tapi nggak punya kios atau toko.
Saya bertiga. Paling besar perempuan, itu usianya 15 tahun lebih tua dari saya, kemudian laki-laki, 8 tahun di atas saya.
Setelah TK, SD, masuk ke kehidupan SMP, SMA seperti apa?
Saya dari kecil selalu berprestasi, juara umum satu dari SD, SMP, SMA. Saya waktu SMP itu dapat 17 piala. Ikut semua perlombaan cerdas cermat, pidato, Baris berbaris dan itu saya sumbangkan ke sekolah. SMA saya masuk SMA 1 Medan, kelas 2 saya terpilih salah satu pelajar yang dikirim ke Amerika untuk pertukaran pelajar.
Baca Juga: Interview: Dampak yang Dirasakan Natasha Wilona Usai Bintangi Little Mom
Saya menghabiskan waktu di sekolah dengan prestasi. Di SMA saya ikut tujuh ekstrakulikuler, dimana saya membuat empat ekskul satu salah satunya sanggar seni.
Kuliah apa langsung masuk ke jurusan film? Karena dari kecil suka nonton film dan bikin sanggar seni
Masuk ke kuliah, ke ITB karena mau masuk ke sekolah film nggak bisa?
Iya tadinya mau masuk sekolah film ke IKJ. Biayanya mahal dan saya nggak sanggup. Lulus kuliah, saya kirim semua lamaran ke PH, tapi nggak ada yang membalas. Akhirnya saya jadi wartawan, kritikus film. Terus sama Nia Dinata dikasih job untuk menulis skenario Arisan!.
Ini jadi film yang dibicarakan, menang penghargaan di luar negeri dan saya bisa jalan-jalan.
Berlanjut ke film Janji Joni yang juga sukses. Itu risetnya gimana?
Saya menulis Janji Joni saat kuliah, masih pake pulpen. Itu karena saya nonton The Devil Own, sempat terputus. Saya pergi ke ruang proyektor. Katanya yang bawa film, kecelakaan. Film dulu itu kan dibagi-bagi, nggak kayak sekarang ya.
Pada 2003-2005 udah merengkuh kesuksesan, tapi sempat riset justru mengalami masa sulit secara finansial. Itu gimana mas?
Aku tinggal di rumah susun pas 2002-2004 sebelum Janji Joni, setelah itu masih pindah-pindah cari kontrakan murah. Karena aku nggak mau terima proyek ngasal. Jadi nggak mau sekadar cari uang tapi juga karier.
Pada 2005 itu aku dapat tawaran komedi seperti Janji Joni, Arisan. Sementara aku tau, nggak boleh bikin film yang sama terus. Jadi aku mau bikin yang beda. Susah kan, makanya itu pas jaman susahnya.
2007, 2008 paling sulit, nggak ada film. Saya ngontrak di daerah Cipete, pokoknya dijual dan yang tersisa adalah sofa. Lemari nggak ada, karena kalau nggak ada laptop aku nggak bisa kerja. Dari segi finansial juga sampai sekarang biasa-biasa saja. Aku bikin film kan masih pilih, nggak semua diambil.
Memang untuk kru film apakah pendapatannya tidak sebanding sama artis?
Nggak sih, bayaran untuk pemain dan film nggak jauh beda. Kecuali sinetron karena episode banyak. Tapi kalau film satu, saya biasanya bikin dua tahun sekali. Hanya 2019 saya bikin dua, tapi itu pengerjaan sudah tahun lalu.
Ngomongin sinetron belum tertarik nih untuk menggarapnya?
Nggak. Mungkin karena produk sinetron yang dihasilkan begitu, saya nggak bisa yang terlalu cepat, saya nulis dan bikin prosesnya lama. Kaya Perempuan Tanah Jahanam dari 2012, baru jadi 2019.
Sekarang-sekarang ini atas pencapaian yang luar biasa, masih ada target?
Kalau saya selalu bikin target untuk mencapai. Setelah target itu didapatkan, bikin lagi. Ditanya apa ya masih banyak. Karena saya selalu menggeser target ke depan.
Dalam waktu dekat, 2022 sudah ada rencana apa?
Di kala pandemi saya sudah mencapai bikin tiga skenario untuk film. Genre ada drama, physical thriller, sama thriller juga.
Pengerjaannya kapan?
Masih belum tahu kapan dibuat karena mencari waktu untuk pembuatannya.
Terakhir nih mas Joko, tips jadi sineas seperti Joko Anwar?
Harus tahu spesifik mau jadi apa. Produser, sutradara kah? Sama seperti profesi lain harus dipelajari dulu.
Berita Terkait
-
Film Ghost in the Cell Kini Tayang di 148 Negara, Masa Kamu Nggak Mau Tahu?
-
Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik
-
Anak Emas Joko Anwar di Film: Tara Basro hingga Fachri Albar
-
Spoiler Alert! Tujuh Seni Kematian yang Dipentaskan Film Ghost in the Cell
-
Tembus 2 Juta Penonton dan Tayang di 86 Negara, 'Ghost in the Cell' Buktikan Magis Joko Anwar
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Bukan Dijual, Ini Alasan Tak Terduga ART Angel Lelga Nekat Curi Barang Mewah Sang Majikan
-
Satu-satunya di Asia! Limp Bizkit Bakal Guncang Kuala Lumpur, Cek Jadwal dan Harga Tiket di Sini
-
Sambut HUT Jakarta ke-500, Remember Fest Siap Hadirkan Pengalaman Festival Terlengkap di Kemayoran
-
After Earth Malam Ini: Will Smith dan Jaden Smith Harus Bertahan Hidup di Bumi yang Mengerikan
-
Nikah di Italia Berbiaya Rp1 Miliar, Lina Mukherjee Akui Ingin seperti Artis Bollywood
-
Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan
-
Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
Siapa Saja Mantan Ayu Ting Ting? Ini Daftarnya dan Pekerjaan Mentereng Mereka