Suara.com - Belum lama ini Nirina Zubir meluapkan kekecewaannya dengan satu stasiun televisi saat berdiskusi tentang kasus mafia tanah yang menimpanya. Bintang film Heart itu bahkan walk out ketika siaran langsung dan menuntut permintaan maaf.
Lalu Mara Satriawangsa sebagai Executive Vice Editor TV One menanggapi kekecewaan Nirina Zubir. Mengacu pada aturan KPI pasal 42 dan 44, ia menyebut pihaknya tak melakukan kesalahan.
"Karena kami tidak salah. Semua dilaksanakan sesuai aturan KPI pasal 42 dan 44. Nirina dan pengacaranya berlebihan meminta Pemred TV One minta maaf," kata Lalu Mara saat dikonfirmasi, Minggu (21/11/2021).
Dia menjelaskan kode etik jurnalistik selalu mengutamakan cover both side atau meliput dari dua sudut pandang yang berbeda, berlawanan dengan menampilkan dua sisi dalam pemberitaan.
Hal tersebut wajib dilakukan agar pemberitaan berimbang dari kedua belah pihak.
"Dalam menyajikan berita/informasi kami selalu berpegang pada UU Pokok Pers dan kode etik jurnalistik yang mengedepankan azas keberimbangan (cover both side). Selain itu, sesuai hukum kami juga berpegang pada azas praduga tidak bersalah. Di mana salahnya TV One," terangnya.
Terlebih lagi, saat siaran langsung berjalan, artis pemilik nama asli Nirina Raudhatul Jannah Zubir itu telah diberitahu akan ada pengacara dari pihak eks ART mendiang ibunya.
Namun di pertengahan siaran langsung, Nirina Zubir tiba-tiba merasa keberatan hingga walk out.
"Sejak awal Nirina sudah diperkenalkan bahwa ada pengacara tersangka dan dialog terjadi di segmen awal. Dia berdialog dari awal kok," tuturnya.
Baca Juga: Kasus Mafia Tanah Nirina Zubir Jadi Isu Nasional, Ria Ricis Ungkap Malam Pertama
Lalu Mara Satriawangsa meluapkan kekecewaan terhadap prilaku bintang film Get Marries tersebut.
"Yang dilakukan Nirina dengan tampil di podcast dengan mengatakan hal yang negatif terkait pemberitaan tvone itu Institutional Character Assasination. Saya sudah minta divisi legal untuk menelaah semuanya dan selanjut mengingat podcast tidak di atur di bawah UU Pokok Pers, kami akan gunakan UU ITE," terangnya.
"Itu kan fakta dari sisi pengacara dalam membela kliennya bahwa dia tidak suka dengan yang disampaikan pengacara, soal lain," sambungnya.
Nirina Zubir awalnya diundang stasiun televisi tersebut untuk menjelaskan permasalahan dengan mantan ARTnya terkait mafia tanah.
Dia kemudian kecewa lantaran pengacara si ART dihadirkan.
"Sumpah kecewa banget sama TV One, Nirina nggak ngerti. TV one menjebak Nirina, live bersama seseorang yang mengaku kuasa hukum dari tersangka. yang kami ketahui, bukan dia," kata Nirina Zubir di Instagram Story, Kamis (18/11/2021).
Berita Terkait
-
Nirina Zubir Bangga Mahkotanya Kini Jadi Wig untuk Pejuang Kanker
-
Bukan Direncanakan, Ide Mulia Nirina Zubir Donasi Rambut Berawal dari 'Bisikan' Teman
-
Pangkas Rambut Usai 7 Tahun Dirawat, Nirina Zubir Bangga Mahkotanya jadi Wig buat Pejuang Kanker
-
Fedi Nuril Ungkap 3 Sosok yang Ditakuti di 'Adili Idola'
-
Reputasinya Siap Dikuliti di 'Adili Idola', Fedi Nuril: Kalau Saya Masih Dapat Job, Kalian Gagal
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Diterpa Isu Terlantarkan Anak Kandung, Denada Posting Momen Mengharukan
-
Telan Biaya Rp85 Miliar, Papa Zola The Movie Janjikan Kualitas Visual Sekelas Hollywood
-
Heboh Riders Fajar Sadboy Minta Alphard Hingga Dior, Asli atau Settingan?
-
Alasan Netflix Tak Hapus Mens Rea Pandji Pragiwaksono Meski Ada Laporan Polisi
-
Geram Fisik Anaknya Dibully Buntut Mens Rea, Istri Pandji Pragiwaksono Ancam Lapor Polisi
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Hubungannya dengan Tompi, setelah Kena Kritik Sang Dokter Bedah
-
Film Surat ke-8 Angkat Potret Gap Generasi Lewat Akting Aurora Ribero dan Arief Didu
-
Sinopsis How to Become a Tyrant di Netflix: Membongkar "Buku Panduan" Diktator Paling Kejam
-
Reuni 13 Tahun, Rio Dewanto dan Michelle Ziudith Kuras Emosi di Sinetron Jejak Duka Diandra
-
SAS: Red Notice, Hadirkan Aksi Die Hard di Bawah Selat Inggris, Tayang Malam Ini di Trans TV