Suara.com - Crazy Rich Medan, Indra Kenz Dicibir warganet. Hal itu karena ia menyebut seseorang yang terlahir miskin memiliki privilege alias hak istimewa.
Keistimewaan tersebut lantaran seseorang yang terlahir miskin bisa merasakan perjuangan dan menjadi sukses. Beda dengan orang yang terlanjur kaya yang menanggung beban.
"Tekanan mentalnya lebih besar," kata Indra Kenz dikutip Jumat (21/1/2022).
Ia menjelaskan, "kalau sudah terlahir kaya itu nggak bisa jadi miskin. Harus lebih kaya lagi, itu yang berat."
Postingan pria bernama lengkap Indra Kesuma ini menuai cibiran warganet. Tak sedikit yang mempertanyakan soal 'miskin berarti sebuah keistimewaan'.
Sebab, tidak semua orang bisa merasakan manisnya perjuangan atas usaha keras mereka. Jangankan jauh berjuang, untuk bayar sekolah pun tak mampu.
"Miskin itu bukan privilege, gob***. Bayangin lu punya mimpi, tapi semua itu pergi karena lu miskin," kata @niletilapio di Twitter.
"Orang kayak lu enak bisa ngebacot begitu karena mungkin nggak pernah merasakan nangis nggak bisa bayar SPP, makan kurang gizi," imbuhnya.
Ada lagi yang mengatakan jika Indra Kenz kini sudah berkecukupan. Tidak mengetahui rasanya menjadi orang miskin yang seberapa kuat pun berusaha tetap tidak meningkat kondisi ekonominya.
Baca Juga: Indra Kenz Bilang Terlahir Miskin Itu Privilege, Penjelasannya Banjir Hujatan: Fafifu Wasweswos!
"Sudah banting tulang kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, tapi tetap miskin. Miskin itu (dibilang) privilige, ta* kucing," kata @letmefree.
Diantara komentar cibiran itu, ada pula yang memberikan pembelaan buat Indra Kenz.
"Ada betulnya juga nih abang. Rafathar dan barisan orang kaya akan lebih sulit mendapat pengakuan karena label 'terlahir kaya'. Bayangin tekanan mentalnya walaupun sudah usaha," kata @indrikae.
Berita Terkait
-
Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen
-
Maraknya Buzzer Pemburu Receh: Antara Miskin Ekonomi dan Miskin Harga Diri
-
Menyoal Budaya Flexing di Media Sosial: Takut Miskin atau Takut Tak Terlihat Sukses?
-
Kisah Haru Bocah Miskin Asal Kamboja, Juara Balap Sepeda Gunung Tanpa Alas Kaki
-
Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Tak Hanya Fokus Pendidikan, Orang Tua Siswa Diberdayakan
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap