Suara.com - Pelawak senior Kadir membagikan cerita yang baru diketahui publik saat hadir di Podcast Deddy Corbuzier, Rabu (29/6/2022). Beberapa tahun lalu, kondisi ekonominya ternyata memburuk lantaran tak bekerja.
Kadir tak bekerja akibat sakit jantung yang diderita. Selama lima tahun, dia mencari pengobatan alternatif meski akhirnya jalan medis juga yang dipilih.
Selama tak bekerja, pemasukan Kadir kosong. Satu-satunya solusi adalah menjual aset yang dimiliki. Total ada 3 unit rumah yang telah dijual.
Saking tak ada pemasukan, Kadir pernah dibuat panik. Pihak leasing mengancam akan menarik mobil miliknya lantaran cicilan tak kunjung dibayar.
Tapi masa-masa sulit itu sudah berlalu. Setelah sehat pasca-pemasangan ring di jantungnya, Kadir kembali bekerja. Sebagai pemasukan tambahan, dia dan istri juga membuka usaha kuliner.
Lantas siapa sebenarnya Kadir? Berikut kami rangkum profil singkatnya berikut ini.
Kadir merupakan seniman kelahiran Lumajang, Jawa Timur pada 3 September 1951. Nama aslinya adalah Mubarak.
Meskipun logat Madura jadi ciri khasnya, Kadir bukan orang Madura. Dia lahir dari keturunan Jawa dan Arab.
Masa kecil Kadir dihabiskan di Bondowoso. Di sana dia pernah hidup di antara orang-orang Madura.
Baca Juga: Pelawak Kadir Tak Ada Job Selama 5 Tahun, Mobilnya Mau Ditarik Leasing
Kadir mengawali karier sebagi pelawak di grup Srimulat. Namun dia meninggalkan grup lawak tersebut pada 1983 dan membentuk Grup Merdeka bersama Basuki, Timbul, Nurbuat, dan Rohana. Selanjutnya grup tersebut berganti nama menjadi Grup Lawak Batik dan hanya bertahan tiga tahun.
Kadir mulai dikenal publik saat membintangi film Cintaku di Rumah Susun pada 1987. Di film itu dia untuk pertama kalinya dipertemukan dengan rekan melawaknya, Doyok.
Duet Kadir - Doyok kerap terjadi dalam film-film selanjutnya. Dari film, mereka juga merambah ke dunia sinetron.
Tercatat sudah ada puluhan film yang dibintangi Kadir. Film terakhir yang melibatkannya sebagai pemain berjudul Sejuta Sayang Untuknya produksi Citra Sinema pada 2020.
Berita Terkait
-
Membeli Bukan Menyewa, Tak Ada Lagi Istilah Sisa Kuota Internet Hangus
-
MK Wajibkan Operator Seluler Sediakan Layanan agar Sisa Kuota Tetap Aktif
-
Umur dan Pendidikan Adela Kanasya, Anak Adies Kadir Dilantik Gantikan Ayahnya di DPR
-
Usia Baru 31 Tahun, Segini Fantastisnya Garasi Adela Kanasya Anak Adies Kadir yang Jadi Anggota DPR
-
Ucapkan Sumpah, Adela Kanasya Resmi Duduki Kursi DPR yang Ditinggalkan Ayahnya Adies Kadir
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga