Suara.com - Mengadaptasi cerita novel untuk kemudian dijadikan film, sinetron, atau web series belakangan kerap dilakukan produser atau rumah produksi. Ada beberapa keuntungan atau kelebihan yang didapatkan dengan cara ini.
Menurut produser dan sutradara Aditya Gumay, mengangkat cerita dari novel, apalagi novel best seller, biasanya memberikan jaminan film akan lebih mudah mendapatkan penonton.
Pasalnya, banyak yang sudah tahu mengenai cerita tersebut, dan orang-orang yang telah membaca novelnya, penasaran dengan visualisasi yang ditampilkan dalam film layar lebar.
"Cerita yang bepotensi dialihkan dari novel ke film, akan mengundang banyak penonton. Karena sudah menjadi bukti novel laris biasanya mendatangkan banyak penonton," kata Aditya Gumay, ditemui dalam acara Kopdar Nasional KBM App dengan tema "Tips & Trik: Buku Dilirik Produser Film" di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Kekinian, Aditya Gumay dengan rumah produksi Smardhana Production melirik karya dari penulis-penulis yang tergabung di KBM Apss. Tak tanggung-tanggung, sutradara Lenong Bocah ini akan mengambil 24 cerita dari penulis KBM App.
"Kenapa sampai 24 cerita saya tertarik, potensi bisnisnya besar dan mengundang banyak penonton. Ketika saya baca cerpen Mbak Asma Nadia yang Rumah Tanpa Jendela dan Naik Haji, saat itu pertimbangannya karena ceritanya menarik dan bagus. Saat saya jadi prodser dan ajak rekan bisnis, mereka minta data. Ini novel apa, berapa banyak yang membaca, dan potensinya bagaimana. Ini kuat buat ajak produser lain," ujar Aditya Gumay.
Selain Aditya Gumay, Filriady Kusmara selaku Direktur MNC Pictures di acara yang sama, juga memiliki tanggapan yang senada dengan Aditya Gumay. Menurutnya, mengambil cerita dari novel bisa meningkatkan target market dari penonton.
"Siapa yang enggak kenal sosok Asma Nadia. Kami berharap menciptakan karya yang baik. Melihat gimana gempuran tema horor enggak semuanya positif, banyak memaksakan, kami resah. Novel ini kita melihat jadi saran ke masyarakat bahwa jangan takut sama hantu, apalagi di agama kita. Tetap harus menjaga dengan baik. Ini akan diminati anak-anak dan keluarga," tutur Filriady Kusmara.
KBM App adalah sebuah aplikasi digital yang menaungi para penulis KBM (Komunitas Bisa Menulis). KBM App saat ini memiliki 1,2 juta anggota di mana 800 ribu di antara alah penulis dan pembaca aktif yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia.
KBM App telah diunduh sebanyak 987 downloader dan lebih dari 73.721 user KBM adalah penulis yang sudah mulai berkarya dan 6.185 di antaranya sudah berpenghasilan.
Setiap harinya ada 300 cerita dan 1.500 bab baru serta 150 ribu aktivitas baca. Saat ini di KBM App, tercatat, ada 208.020 cerita yang terbagi menjadi mencapai 1.637.067 bab. Total view di KBM App mencapai 452.294.816 kali.
Berita Terkait
-
Ulasan Botchan: Kisah Pemuda Jujur Melawan Kemunafikan Dunia Kerja
-
Deathstalker: Hadir dengan Petualangan Pahlawan Barbar Melawan Penyihir!
-
Eternal Sunshine of the Spotless Mind: Saat Kenangan Tak Bisa Sepenuhnya Hilang
-
JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026
-
Subservience Malam Ini di Trans TV: Ketika Kecerdasan Buatan Menjadi Obsesi Mematikan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan