Mei 2020 kami diajak ketemuan di kantor Indosurya di Kuningan, Jakarta Selatan. Di sama bukan pertemuan diskusi dan cari solusi jalan keluar, tapi kami dikumpulkan dalam sebuah ruang meeting, dibagi beberapa kloter. Ada juru bicara pengacara Indosurya yang memaparkan kepada kami semua, dijelaskan cara pengembaliannya. Cuma ya dijelaskan sepihak saja, nggak ada jalan keluar lain. Nggak ada sesi tanya jawab juga.
Berarti tidak ada kejelasan uangnya di mana?
Ya di hari itu sempat ditunjukan surat pernyataan kesepakatan. Saya kan ada Rp 5 Miliar di situ, maka saya sepakat di pengembalian, dicicil selama 10 tahun dengan 120 kali dengan total Rp 43,250,000. Tapi kenyataannya, cicilan pertana yang masuk Januari 2021, dari Rp 43 juta hanya ditransfer Rp 1,5 juta. Kemudian Februari di transfer Rp 500 ribu, Maret Rp 500 ribu lagi, April Rp 400 ribu, Mei dan seterusnya tidak ada transferan apa-apa.
Kak Anya, melihat bos Indosurya malah divonis bebas gimana?
Itu momentum di mana saya merasa ini sudah kelewatan ya. Saya termasuk nasabah yang nggak rewel, selama dua tahun saya tidak pernah mengatakan apa pun sama kasus ini dan tidak pernah menampakan diri saya sebagai korban.
Kenapa tidak ikut speak up?
Saya diam, karena saya memegang kesepakatan ini. Saya hargai karena mereka menunjukan itikad baiknya. Setelah vonis bebas, ya pikiran orang awam dan khalayak umum, dia megang uang Rp 106 triliun, dia bisa bangun negara sendiri. Saya masih berharap, dengan tidak rewel tidak akan dipermasalahkan sama mereka. Malah saya berharap jadi prioritas pengembalian uang saya.
Kecewa berat ya sama vonis bebas bos Indosurya?
Saya tidak terima pelaku divonis bebas karena nggak ada unsur pidananya. Walaupun unsurnya perdata, walau dasarnya perdata, cuma kan ada indikasi ke arah pidana. Ini tindak pidana penipuan. Perusahaan Indosurya sudah ada sejak tahun 80-an dengan aset dan reputasi besar, jadi tidak mungkin perusahaan sebesar itu runtuh dalam sehari dua hari. Mereka pasti tahu kalau pondasi goyang, harusnya pengurus sudah tahu perusahaannya nggak benar.
Tapi kenyataannya, Februari 2020 Indosurya malah melakukan pesta besar untuk menarik dana orang. Dua kali di Medan dan Jakarta bikin acara besar. Kemudian 20 Februari mereka bilang gagal bayar. Memang kayaknya mereka sudah niat mau ambil uang ini semua, logikanya gitu saja.
Total pengembalian dana berapa?
Total Rp 2,9 juta dari Rp 5 miliar.
Bos Indosurya sudah divonis bebas, ke depan bagaimana supaya uang kembali?
Ya penginnya kasus ini disamakan sama kasus Koperasi Cipta Ganti. Aset-asetnya disita dan hasilnya nanti dikembalikan ke nasabah. Itu kasus yang jadi referensinya. Ya harapan saya bisa dikembalikan lah.
Kak Anya akan mengajukan gugatan perdata sama korban lain?
Update terbaru, Bareskrim Polri kembali membuka kasus ini atas dorongan dari Pak Jokowi dan Mahfud MD. Secara paralel DPR RI sudah melakukan revisi terhadap UU Koperasinya, ya langkah saya pribadi masih bergabung dengan para aliansi saya dan ikuti pergerakan mereka. Kalau dibandingkan saya maju sendiri, bawa lawyer sendiri, kasus saya cuma dianggap pasir. Rp 5 miliar dibandingkan Rp106 triliun, nothing gitu. Jadi ya harus menguatkan dulu lah kalau mau ambil langkah.
Usaha untuk bangkitnya bagaimana?
Saya menyaring saja ya, karena saya nggak mau emosi dan mood kerja saya terganggu. Uang Rp 5 miliar saya sudah hilang, jadi saya harus mengisi kembali tabungan itu. Saya fokus mengisi pundi tabungan saya kembali. Mungkin kalau bekerja di entertainment, itu kalau sehari kerja 28 jam ya itu akan terjadi.
Dulu kenapa percaya menyimpan uang di Indosurya?
Tahun 2018 itu saya mencari tahu banyak info soal Indosurya. Saya cari tahu profilnya, ya lebih bisa dipegang ya, karena berdiri selama puluhan tahun. Jadi ya percaya saja. Apalagi Indosurya nggak ada track record buruk.
Tadinya mau untuk apa sih uang Rp 5 miliar itu?
Itu memang dana simpanan, yang saya mau gunakan kapan pun di saat saya butuh.
Berita Terkait
-
Semakin Cantik di Usia 40 Tahun, Intip 8 Potret Terbaru Anya Dwinov yang Masih Betah Jadi Seorang Jomblo
-
Interview: Pernah Ditipu, Giorgino Abraham Blak-blakan Soal Buka Bisnis Pijat
-
Interview: Cerita Daffa Wardhana Sempat Ditentang Sang Mama Marini Zumarnis Terjun ke Dunia Akting
-
Interview: Tsania Marwa Angkat Kisah Kegagalan Rumah Tangga Jadi Tesis S2
-
Interview Livy Renata: Pernah Bercita-cita Jadi Satpam hingga Berubah Lebih Tertutup Usai Berstatus Artis
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
Dear Anang Hermansyah, Ada Orang Ngaku Salah Transfer Rp46 Juta dan Minta Dibalikin
-
Sempat Pergoki Suami Video Call Mesum, Clara Shinta Pilih Rujuk dengan Alexander Assad
-
PK Entertainment Bocorkan Kedatangan BIGBANG ke Indonesia, Catat Tanggalnya!
-
Tegaskan Dirinya Masih Ayah Kandung, Ruben Onsu Minta Pacar Sarwendah Tahu Diri
-
Berawal dari Pertemuan Singkat di AS, Raffi Ahmad Heran Terseret Kasus Suap Impor Bea Cukai
-
Pertamax Naik, Ummi Quary Mencak-Mencak: Sekarang Kita Jadi Tulang Punggung Negara
-
Keajaiban Berawal dari Rasa Percaya, Saksikan Garuda di Dadaku Mulai 11 Juni 2026
-
Viral Lagi Anak Buruh Tani Asal NTT Juarai Kompetisi Matematika Dunia, Kalahkan 7.000 Peserta
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Pemain 402: Rumah Sakit Angker Korea ke Rumah Dukun Lokal, Warna-warni tapi Tetap Menyeramkan