Suara.com - Epy Kusnandar sementara ini beralih pekerjaan dari aktor menjadi pedagang. Pesinetron Preman Pensiun ini memilih kerupuk kulit atau dorokdok sebagai barang dagangannya.
Belum sebulan melakoni pekerjaan sebagai penjual kerupuk, Epy Kusnandar sudah mendapat keuntungan. Bahkan karena ini, aktor 58 tahun itu juga bisa membantu orang hingga membayar cicilan.
"Dalam 25 hari bisa membayar karyawan, membeli baju karyawan, bisa buat cicil. Ternyata kalau diseriusin, bisa," kata Epy Kusnandar dikutip dari kanal YouTube Trans 7 Lifestyle, Kamis (13/4/2023).
Epy Kusnandar berharap apa yang dilakukannya ini bisa berkelanjutan setelah lebaran. Tak hanya dari sisi penjualan tapi juga untuk pekerjaannya yang lain.
"Doakan setelah Ramadhan, pulang kampung sempoga ada rezeki lagi," ujarnya.
Dalam menjajakan dagangannya, Epy Kusnandar tidak berada di satu tempat. Ia berkeliling menggunakan sepeda.
"Dari Kalibata ke Jagakarsa, ternyata ada serunya. di dataran, turunan, naikin. Kalau tanjakan, nggak usah dipaksa kayuh, turun aja. Saya juga dari orangtua, (diajarkan) tekniknya begitu," ujar aktor yang pernah divonis tumor otak tersebut.
Ini bukan kali pertama Epy Kusnandar berdagang. Sebelumnya, ia bersama sang istri, Karina Ranau berjualan pecel lele.
Malah saat kecil, Epy Kusnadar juga sudah melakoni aktivitas ini dengan berjualan es mambo.
Baca Juga: Epy Kusnandar Jadi Pemain Utama Serial Amanah Wali 7, Pantas Tak Muncul di Poster Preman Pensiun 8!
"Pas SD terinspirasi lihat anak kecil jualan, kenapa saya nggak bisa? Saya ikutin dimana ngambilnya? 'Tuh di agen' kata dia. Saya jualan, es, es," kata Epy Kusnandar mengenang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan