Suara.com - Konflik Posan Tobing dengan mantan rekannya di band Kotak, Tantri Syalindri (Tantri), Swasti Sabdastantri (Chua) dan Mario Marcella (Cella) makin panas. Posan resmi melaporkan tiga personel Kotak di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (6/9/2023).
"Hari ini kami resmi membuat laporan," ujar Posan Tobing yang turut mengajak eks vokalis Kotak, Julia Angelia atau Pare usai membuat laporan.
Tantri, Chua dan Cella dilaporkan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta karena menyanyikan lagu-lagu ciptaan Posan Tobing tanpa izin.
"Itu sudah masuk kategori dugaan pelanggaran Pasal 9 juncto Pasal 113 Undang-Undang Hak Cipta," jelas pengacara Posan Tobing, Jerys Napitupulu.
Turut disertakan pula bukti-bukti seperti video rekaman konser Kotak yang masih membawakan lagu-lagu Posan Tobing usai drummer 40 tahun itu menerbitkan larangan dalam somasi terbuka pada Juli 2023.
"Bukti ada banyak. Salah satunya memberikan atau menyampaikan bukti somasi, ada video mereka konser, ada daftar list lagu juga berupa foto," jelas Jerys Napitupulu.
Posan Tobing mengklaim sudah mendapat restu dari Pay Burman untuk melaporkan para personel Kotak. Pay adalah salah satu pencipta lagu Kotak yang izinnya dipermasalahkan Posan.
"Saya dengan Bang Pay sudah bertelepon. Bang Pay menyatakan, 'ya sudah, dilanjutkan aja apa yang memang harus dijalankan'," imbuh Posan Tobing.
Lewat laporan tersebut, Posan Tobing berharap bisa menyeret ketiga personel Kotak ke pengadilan guna beradu bukti dan membuktikan siapa yang benar dari masalah ini.
Baca Juga: Posan Tobing Mantap Polisikan Band Kotak: Nanti Kita Ketemu di Pengadilan
"Kemarin itu sempat mereka bilang, Chua kalau enggak salah yang bilang, bahwa sudah ketemu dengan kami dan sudah baik-baik aja. Enggak, enggak ada yang baik-baik aja. Kalau semua baik-baik aja, enggak mungkin ada kayak gini (laporan polisi)," ucap Posan Tobing.
"Jadi buat Tantri, Cella dan Chua, yuk kita ketemu di pengadilan aja," kata Posan Tobing menandaskan.
Berita Terkait
-
Posan Tobing Mantap Polisikan Band Kotak: Nanti Kita Ketemu di Pengadilan
-
Diremehkan dan Dihina soal Umur, Ahmad Dhani Murka hingga Minta Tantri Kotak Diam
-
10 Potret Rumah Artis di Jogja, Ada yang Hadap Sawah dan Gunung Merapi
-
Lagu Ciptaannya Dibilang Gak Jelas oleh Ahmad Dhani, Ariel NOAH: Oh Iya Memang
-
5 Polemik Musisi dengan Mantan Bandnya, Dari Posan Tobing hingga Once yang Berseteru dengan Band Dewa
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Viral Debat Panas Bapak-Bapak vs Petugas Saat Kecelakaan KRL, Pertanyakan Sistem Mitigasi KAI
-
Irfan Hakim Ungkap Duka atas Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Bagikan Detik-Detik Mencekam dari Lokasi
-
Sepi Penonton, Film Para Perasuk Dikritik Gara-Gara Casting Kurang Ndeso
-
Indonesian Bounce Music Naik Kelas, Primaria Fest 2026 Jadi Panggung Perayaan Generasi Baru
-
Beda Outfit Mulan Jameela di Nikahan Al Ghazali dan El Rumi, Dikritik Gagal Upgrade
-
Usulan Menteri PPPA Arifah Fauzi soal Gerbong Perempuan Dikritik Gilang Dirga Usai Kecelakaan KRL
-
Peran Dul Jaelani dalam Hubungan El Rumi-Syifa Hadju Baru Terungkap, Sederhana tapi Manis Banget
-
Ada Ustaz Iseng Chat WA Syekh Ahmad Al Misry di Tengah Kasus Pelecehan, Dibalas Begini
-
Sebelum Viral Seperti Sekarang, Taksi Hijau Sudah Lama Ditolak di Surabaya
-
Teori Ilmiah Alumni ITB, Kaitan Mobil Mogok di Rel dan Kecelakaan KRL Bekasi