Suara.com - Otto Hasibuan sebagai pengacara Jessica Wongso akan melakukan upaya hukum untuk membuka kembali kasus Kopi Sianida.
Otto Hasibuan beranggapan bahwa Jessica Wongso seharusnya tidak bisa dihukum, karena tidak ada autopsi pada tubuh Mirna Salihin pada kasus Kopi Sianida.
Menurut Otto Hasibuan, tidak adanya autopsi maka tidak ada kasus, terutama dalam kasus pembunuhan. Hal ini pun sesuai dengan pernyataan Prof Eddy Hiariej, pakar hukum pidana UGM.
"Yang paling bikin saya bahagia itu ada pernyataan dari Prof Eddy, wamen kita mengatakan no autopy no case," kata Otto Hasibuan dilansir dari YouTube Intens Investigasi, Minggu (15/10/2023).
Otto Hasibuan pun bahagia akhirnya Prof Eddy Hiariej mengonfirmasi sendiri bahwa sesuatu hal tidak bisa dinyatakan sebagai kasus bila tidak ada hasil otopsi.
"Nah ini, jadi kalau tidak ada autopsi menurut dia juga ternyata tidak bisa ada kasus. Nah itu yang membuat saya bahagia. Jadi, sudah konfirmasi dulu satu-satu," ujar Otto Hasibuan.
Sebab, Otto Hasibuan masih meyakini bahwa tidak ada autopsi pada tubuh Mirna Salihin. Keyakinan ini berdasarkan hasil keterangan dari dr Slamet yang melakukan visum 2016 lalu.
"Persoalan dilakukan autopsi atau tidak, tentunya kami meyakini bahwa tidak ada autopsi. Kenapa tidak ada autopsi? Ini berdasarkan keterangan dari saksi yang melakukan visum yaitu dr Slamet," ucap Otto Hasibuan.
Pengacara Jessica Wongso ini masih ingat kala itu dr Slamet memberikan keterangan bahwa tidak ada autopsi pada tubuh Mirna Salihin.
"Dokter Slamet mengatakan tidak ada autopsi dan di dalam (keterangan tertulis) itu pun mengatakan tidak ada autopsi," imbuh Otto Hasibuan.
Karena itu, ini berarti para ahli sudah sepakat dengan prinsip "no autopsy no case no crime", termasuk pada kasus Jessica Wongso. Sehingga, Otto Hasibuan beranggapan kasus kliennya ini bisa dilakukan upaya hukum progresif.
Berita Terkait
-
Bukan di Perusahaan Farmasi, Ini Pekerjaan Jessica Wongso di Australia Sebelum Terjerat Kasus Kopi Sianida
-
Jessica Wongso Jengkel Saat Gesturnya Dibaca Ronny Nitibaskara: Kayak Dukun!
-
Jessica Wongso Diminta Setop Wawancara di Film Dokumenter, Prof Eddy: Dia Melanggar
-
Gege Elisa Foto Bareng Istri Pemain Band The Freedom di Ultah Azizah Salsha: Nemenin Desta?
-
Main Buruk di Lapangan, Pratama Arhan Diduga Kepikiran Azizah Salsha yang Sakit
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Agna Rangkum Perihnya Perpisahan Sunyi dalam Lagu 'Diluar Hal Biasa'
-
DNA Rilis Album Aurora, Realita Kehidupan DJ Aloy dan JayJax dalam 18 Lagu
-
Ruben Onsu Resmi Perjuangkan Hak Asuh Anak dari Sarwendah, Sidang Digelar 15 Juli 2026
-
Seni Membalas Hujatan: Bule Real 'Comeback' dengan Single Dangdut Komedi 'Hayati'
-
Musisi Ramai Kritik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Bupati Purwakarta, Beri Sindiran Menohok
-
Serahkan Uang ke Polisi, Awkarin Tegaskan Ada di Pihak Korban Hanania Travel
-
Saemen Fest 2026: Festival Musik Lintas Genre Siap Guncang Jogja pada 19 Juli 2026
-
Venom: Let There Be Carnage,saat Tom Hardy Bertemu Lawan Seimbang
-
Berawal dari Keterbatasan, Wiraswasta Asal Situbondo Ini Sukses Jadi Bintang eFootball Nasional
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta! Ini Jadwal dan Daftar Harga Tiket Konser Termegah 2026