Suara.com - Di tengah momen liburan bersama Fadly Faisal dan Gala Sky di Bali, Fujianti Utami alias Fuji mendadak pamer mendapatkan rezeki nomplok dari kerabatnya, Susan Emir.
Fuji melalui Instagram storynya mengunggah isi chat WhatsApp-nya dengan Susan Emir yang memberikan uang jajan sebesra Rp10 juta.
Susan Emir melalui chat-nya tersebut mengatakan uang Rp 10 juta yang diberikannya itu untuk Fuji membeli salak di Bali.
"Buat jajan salak Bali ya Uti sayang. Happy holiday sayang. See you next year!" ujar Susan Emir dalam chat-nya pada Fuji.
Fuji yang mendadak mendapatkan uang puluhan juta di tengah liburannya pun sangat terkejut dan sempat menolak pemberian Susan Emir.
"Hah ngapain sih teh ih, jangan ah," kata Fuji.
Karena, ini bukan pertama kalinya Susan Emir memberikan uang dengan nominal cukup besar ketika Fuji pergi liburan.
Sebelumnya, Fuji mengatakan Susan Emir sempat memberi uang untuknya membeli kimchi. Hal tersebut lantas membuat anak Haji Faisal ini tak ingin lagi menceritakan rencana liburannya pada Susan Emir, agar tak mendapat transferan lagi.
Di sisi lain, Fuji juga heran dengan dalih Susan Emir memberinya uang puluhan juta untuk membeli salak Bali. Sedangkan, harga 1 kg salak Bali diperkirakan tak sampai Rp20 ribu
Baca Juga: Detik-detik Aaliyah Massaid Disoraki Fans Fuji, Wajah Thariq Halilintar Langsung Jadi Sorotan
"Kemarin buat jajan kimchi? Sekarang jajan salak, salak apa ya kalau boleh tahu semahal ini? Si tiba-tiba suka transfer tuh, besok-besok nggak mau kasih tahu ah kalau aku kemana-mana takut ditransfer sugar mommy," kata Fuji.
Bahkan, Fuji jugta sempat mengembalikan uang Rp10 juta itu pada Susan Emir, tetapi dikembalikan lagi dan anak Haji Faisal dilarang menolak.
"Yeuuu enggak enak aku dikasih jajan mulu aa," kata Fuji sambil menunjukkan bukti transfer mengembalikan uang Rp10 juta tersebut.
"Idih gitu de enggak boleh tetehnya kasih jajan," ujar Susan Emir sambil mengirim ulang uang tersebut. "Dibalikin lagi dong, kan jadi enak nih," ujar Fuji.
Karena itu, Fuji pun memilih untuk membagikan uang dari Susan Emir untuk orang-orang yang membeli produk makanannya sebagai bentuk sedekah.
Berita Terkait
-
Detik-detik Aaliyah Massaid Disoraki Fans Fuji, Wajah Thariq Halilintar Langsung Jadi Sorotan
-
Bikin Meleleh, Thariq Halilintar Keciduk Bantu Aaliyah Massaid Pakai Sepatu
-
Rambut Panjang Fuji Diduga Tiru Aaliyah Massaid, Sampai Siku Dihina Hitam
-
Fuji dan Gonzalo Algazali Keciduk Sama-sama Liburan ke Bali, Janjian Buat Ketemuan?
-
Beda dengan Asnawi, Haji Faisal Kode Restui Fuji dengan Gonzalo Algazali
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas