Suara.com - Penyanyi NDX A.K.A dianggap tidak profesional saat tampil di Bali. Ini karena pelantun Apa Kabar Mantan tersebut menghentikan acara sebelum selesai.
Sejumlah video yang menampilkan aksi panggung NDX A.K.A tadi malam, viral. Diduga, penghentian itu karena mereka tidak suka acara itu diwarnai dengan suasana politik.
"Kecewa sama NDX. Gara-gara penonton teriak Prabowo, masa nggak mau nyanyi lagi," kata @melali.bareng.anna, Rabu (9/1/2024).
Padahal katanya, untuk bisa menyaksikan penampilan NDX A.K.A para penonton merogoh kocek alias tidak gratis. Inilah yang membuat sejumlah orang merasa kecewa.
"Hello, kita bayar lho ini, nggak gratis," ucapnya.
Tak hanya satu akun, warganet lain juga mengunggah hal serupa. Ia menyebut NDX A.K.A ngambek karena tidak terima nama Prabowo disebut.
"Nggak seru ah, artisnya ngambek-an cuma karena penonton teriak Prabowo, terus berhenti konsernya," kata @kikyamalia.putri.
Padahal kata Kiky, sebelum ada masalah ini, NDX A.K.A sempat menyerukan agar satu sama lain menghormati pilihan masing-masing.
"Dia bilang walaupun Pemilu ini beda-beda pilihan, harus tetap damai," ucapnya.
Baca Juga: Profil NDX AKA, Grup Musik yang Konsernya Dihentikan Setelah Penonton Diduga Teriak Nama Prabowo
"Lah kok dia ngambek, ternyata kubu Ganjar," imbuh si warganet.
Warganet tersebut menilai NDX A.K.A tidak profesional. "Kita semua bayar lho, kan yang datang ke konser kamu nggak semuanya harus Ganjar," tuturnya lagi.
Dalam postingan warganet lain, terlihat NDX A.K.A memberikan peringatan bahwa konsernya ini tidak mau bermuatan politik.
Mereka pun sempat menegaskan jika ada yang masih membawa kepentingan politik, grup musik asal Yogyakarta ini akan berhenti.
"Kita harus bisa sesuai tempat, teman-teman. Jangan seperti itu, kasihan yang lain. Kalau seperti itu, kita nggak mau main lagi," kata personel NDX A.K.A.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Dari Rp500 Ribu Jadi Skandal Rp24,5 Miliar: Begini Cara "Orang Dalam" Bobol BPJS Ketenagakerjaan
-
Purbaya Bantah Jadi Calon Gubernur BI, Klaim Bersyukur Dikasih Jabatan Menkeu
-
Kemendagri Dukung Penguatan Pembiayaan Perumahan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah di Jawa Timur
-
Tenggat PP Kesehatan Terlewati, Pemerintah Dikritik Tak Taat Konstitusi soal Pengendalian Rokok
-
Review Drama Alice in Borderland, Teka-Teki Permainan Kartu yang Mematikan
-
Kejagung Geledah Empat Perusahaan Milik Don Ritto Terkait Kasus Febrie Adriansyah
-
Ada Kasus Wamen Hukum hingga Sekjen DPR, KPK Beberkan Perkara yang Berakhir Dihentikan
-
Jangan Asal Cas! Ketahui 9 Tips Jitu Bikin Baterai Android Awet Seharian
-
John Herdman Terpaksa Coret Marselino Ferdinan Hingga Piala AFF 2026 Selesai
-
Heboh Gawang Persebaya Dicuri, Dipatahkan Jadi 16 Potong, Dua Pria Kini Berakhir Apes