Suara.com - Komedian Komeng dipastikan melenggang ke Senayan sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah atau DPD dari dapil Jawa Barat.
Perolehan suaranya jadi sorotan karena lebih tinggi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang diketuai oleh Kaesang Pangarep anak Presiden Joko Widodo.
Berdasarkan data rekapitulasi KPU yang telah diresmikan, Komeng meraup 5.399.699 suara. Sedangkan PSI hanya memperoleh 4.260.169 suara.
Menariknya, perolehan suara Komeng hanya dari wilayah Jawa Barat saja, sementara suara PSI didapat dari seluruh Indonesia.
Fakta ini menjadi bahan olokan di media sosial, mengingat selama ini PSI dianggap selalu 'jualan' nama Jokowi.
"Sampai dipompa uang puluhan miliar dan diendorse sama penguasa masih aja kalah suaranya sama Komeng haha," komentar akun @700juta.
"Kasihan yang udah jual nama Jokowi tapi tetap nggak lolos Senayan," cibir akun @DS_yantie.
"Wkwkw PSI sih salah milih tokoh, coba tag team sama Komeng kan enak copywriting tagline-nya PSI partai spontan uhuiii, masuk deh Senayan wkwk," ujar akun @ddinho29.
"Udah dibranding pakai nama presiden, ketumnya juga anak presiden, tetep rak iso opo-opo," ejek akun @fryanwidi.
Komeng memang mengaku tak mengeluarkan modal yang besar selama masa kampanye.
Pemilik nama asli Alfiansyah itu hanya memberi tahun penonton acara yang mengundang dirinya dan mohon doa restu.
Meski tak jor-joran keluar duit untuk pasang baliho hingga mengumpulkan massa di sana-sini, Komeng mampu mengumpulkan suara sebanyak itu.
Sementara itu, Komeng sukses melenggang ke Senayan dengan kemenangan telak mengalahkan para pesaingnya.
Bahkan salah satu pesaingnya adalah artis Jihan Fahira yang lumayan dikenal oleh publik.
Istri Primus Yustisio itu hanya mampu meraup 1,8 juta suara, ketiga terbanyak di dapil Jawa Barat.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Musda Golkar Sumsel Dibuka Ketum Bahlil, Perebutan Kursi Ketua Mengarah ke Andie DInialdie?
-
8 Tips Memilih Mobil Bekas yang Kondisi Mesin Masih Bagus, Jangan Asal Tergiur Murah
-
Win Metawin Cerita Momen Nonton Piala Dunia di Fan Meeting Jakarta, Kini Ingin Bawa Keluarga ke Bali
-
Kemenpar Buka Suara soal Polemik Foto Baju Kurung di Situs Indonesia.travel
-
YouTube Ditegur Kemkomdigi: Promosi Rokok Elektronik di Live Streaming Merupakan Pelanggaran Serius
-
Bonceng Tiga dan Bawa Celurit, Tiga Pemuda Diduga Jambret Diciduk Polisi
-
Tumbuh Tanpa Kehilangan Akar: Desa Kemiren dan Jalan Panjang Merawat Budaya Osing
-
AMORA Special Offer dari BRI, Nasabah Bisa Raih Reward Tunai hingga 12 Persen