Suara.com - Mimi Peri berbagi kesedihannya ketika sang ayah meninggal dunia saat usianya baru tiga tahun. Dari cerita itu, terungkap apabila keluarga Mimi Peri dulunya bukan beragama Islam.
Sebelum meninggal, ayah Mimi Peri diungkap sakit karena disantet. Pasalnya air kencing almarhum ayah Mimi Peri kala itu bisa membuat rumput langsung mati.
Meski sedih, Mimi Peri bersyukur ayah serta keluarganya kala itu sudah menjadi mualaf. Karena mualaf juga, tidak ada saudara-saudara Mimi Peri yang datang untuk mendoakan almarhum sang ayah.
"Untungnya kami sudah diislamin semuanya. Sebelumnya kan bukan Islam. Setelah kita diislamin, tiga tahun dari islam (setelah jadi mualaf), Alhamdulillah bapak ninggalin kita semua itu udah dalam keadaan Islam," cerita Mimi Peri kepada Feni Rose.
"Kita mualaf jadi nggak ada yang dateng. Mungkin karena beda agama, dan jauh juga," tambah pemilik nama Ahmad Jaelani tersebut melalui konten YouTube Feni Rose Official pada Senin (1/4/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Feni Rose juga menanyakan hasil kerja keras Mimi Peri selama bikin konten sejak 2014. Rumah hingga kebun kelapa rupanya sudah bisa dibeli Mimi Peri, hanya tersisa umrah.
BACA JUGA: Mimi Peri Bongkar Tarif Bangunkan Sahur, Penghasilan Tiga Hari Bisa Beli Iphone Terbaru
BACA JUGA: 3 Hari Bangunkan Sahur, Mimi Peri Bisa Beli Ponsel Puluhan Juta
Namun Mimi Peri mengaku belum siap berangkat umrah. Ibu Mimi Peri pun takut naik pesawat sehingga tak mungkin berangkat umrah sendiri.
"Setiap aku tanya (soal umrah), katanya takut (naik pesawat). Diem, nggak bilang pengen (umrah)," ungkap Mimi Peri.
"Soalnya Emak udah tua. Kapan lagi bikin senang (dengan umrah). Cuman harapan aja," sambung pria berusia 36 tahun tersebut.
Ketimbang umrah, ibu Mimi Peri diungkap hanya ingin anak-anaknya berkumpul. Karena sudah menikah, kakak-kakak Mimi Peri jadi sibuk sendiri dengan keluarga masing-masing.
"Yang pengen Emak seneng itu, anak-anaknya kumpul. Karena anaknya jarang kumpul semua, kalo lebaran doang. Kalo uang, apa, Emak nggak terlalu (mau)," beber Mimi Peri.
Setelah didesak beberapa kali oleh Feni Rose, Mimi Peri akhirnya mengungkap alasan sebenarnya ia belum siap berangkat umrah.
Mimi Peri yang bikin konten dengan berperilaku seperti seorang wanita atau lebih dikenal dengan istilah bencong membuatnya takut apabila semua penghasilannya haram digunakan untuk umrah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
Terkini
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Buntut Mens Rea, Pandji Pragiwaksono Bawa Hasil Diskusi MUI ke Penyidik Polda Metro Jaya
-
Dituding cuma Mau Harta Haldy Sabri, Irish Bella Langsung Klarifikasi
-
Polemik Janji Umrah Willie Salim, Anak Eli Herawati Sebut Ibunya Berangkat Berkat Gubernur Bengkulu
-
Profil Samuel Lee, Peserta Single's Inferno 5 yang Isu Perselingkuhannya Bikin Heboh
-
6 Potret Suraj Chavan, Influencer yang Disebut Pria Paling Tampan yang Gayanya Ikonik Abis!
-
Gelar Konser Tunggal setelah Setahun Vakum, Mahalini Ngaku Tertekan hingga Lupa Lirik
-
Penetapan Ahli Waris Mpok Alpa Selesai, 5 Orang Masuk Daftar dan Sang Suami yang Utama
-
Datangi Polda Metro Jaya, Pandji Pragiwaksono Ingin Tahu 5 Orang Pelapornya
-
Terungkap Isi Diary Lula Lahfah, Awkarin Sindir Menohok Reza Arap