Suara.com - Hotman Paris yakin ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang membuat kasus pembunuhan Vina Cirebon 2016 tersendat. Ia pun meminta kepada aparat kepolisian untuk turut menjebloskan mereka ke penjara.
Oknum yang dimaksud adalah mereka yang menyebarluaskan kabar bahwa kasus Vina Cirebon bukan karena pembunuhan, melainkan kecelakaan tunggal.
BACA JUGA: Sindir Sunan Kalijaga soal Jam Terbang, Hotman Paris: Belajar Banyak Juniorku
Pada 2016 silam, pihak polisi memang sempat mengatakan bahwa Vina meninggal dunia karena kecelakaan akibat menabrak tiang jembatan.
Namun ketika didatangi lokasi kejadian, ayah Vina tidak melihat adanya kerusakan pada tiang listrik. Justru ia menemukan darah yang sudah ditutup dengan pasir.
Kini, Hotman Paris sangat yakin bahwa informasi tersebut dibuat oleh oknum. Selain itu, mereka juga dituding membantu lolosnya 3 pelaku yang hingga sekarang masih berstatus DPO.
"Kepada penyidik Polda Jawa Barat agar menyidik oknum-oknum yang mencoba menghalangi penyidikan untuk menemukan 3 pelaku DPO," tutur Hotman Paris pada Selasa (21/5/2024).
BACA JUGA: Tim Hotman Paris Temukan Pelaku Pertama yang Perkosa Vina Cirebon dalam Kondisi Perawan
"Oknum-oknum yang mengatakan bahwa ini adalah kecelakaan tunggal di jalan raya, mohon segera diproses pidana oknum-oknum tersebut," imbuhnya.
Pengacara kondang ini sangat yakin bahwa kasus Vina Cirebon adalah pembunuhan karena tertulis demikian di BAP. Selain itu, Hotman Paris juga merasa sedih karena 3 DPO yang lain belum tertangkap selama 8 tahun ini.
"Sedih, sedih, sedih. Nama 3 DPO sudah ada di berkas Berita Acara Pemeriksaan sejak penyidikan September 2016! Kok tidak ada pencarian?" tulisnya di caption.
Pernyataan Hotman Paris pun disetujui oleh warganet.
"Polisi yang nanganin kasus ini di tahun 2016 benar-benar harus diselidiki juga. Banyak kejanggalan di sini, selelas polisi udah banyak bukti kayak gini, 3 pelaku belum bisa ditangkap," heran @eleanor***.
"Kebenaran akan terungkap, pak Hotman sudah notif ke pak Prabowo, ketar-ketir itu jajaran yang bungkam kasus ini," imbuh @citra***.
"Ayo bang, kami mendukungmu, sebentar lagi akan tuntas. Amin," harap @mifta***.
Berita Terkait
-
Hotman Paris Bersaksi, Ayah Vina Cirebon Menangis Setiap Lihat Kepiting: Saya Mohon Pak Prabowo...
-
Tim Hotman Paris Temukan Pelaku Pertama yang Perkosa Vina Cirebon dalam Kondisi Perawan
-
Beredar Chat Diduga Sahabat Vina Cirebon yang Kerasukan, Sengaja Menghilang 8 Tahun Karena Diintimidasi
-
Pelaku Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Ngaku Jadi Korban Salah Tangkap dan Tak Kenal Egi
-
Sindir Sunan Kalijaga soal Jam Terbang, Hotman Paris: Belajar Banyak Juniorku
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan