Suara.com - Ada fakta menarik dalam perjalanan hidup artis cantik Cut Cynthiara Alona, setelah mendapatkan ujian atas dugaan pidana lantaran memberikan fasilitas terhadap prostitusi dan human trafficking.
Akibat kasus dugaan prostitusi, Cut Cynthiara Alona harus menjalani tahanan. Setelah melewati masa itu, kini artis cantik tersebut harus menghadapi ujian tambahan, lantaran dia diduga telah ditipu hingga harta bendanya digelapkan oleh mantan dua kuasanya berinisial H dan D.
Harta benda miliknya berupa 1 unit rumah (hotel) dan lain sebagainya yang apabila ditaksir sebesar kurang lebih Rp3 miliar tersebut hilang, diduga telah digelapkan.
Wanita kelahiran aceh itu mengaku, bahwa kasus yang dialaminya tersebut bermula saat Cut Alona meminta bantuan kepada H dan D untuk membantu kasus dugaan pidana memberikan fasilitas terhadap prostitusi dan human trafficking pada 4 tahun silam.
Adapun salah satu perbantuannya yakni meminta bantu kepada kuasanya agar mencari pembeli aset guna membeli aset milik cut Alona untuk kebutuhannya selama di Lapas Tangerang Banten.
"Namun bukannya dibantu, justru cut Alona merasa dirugikan. Ketika aset berupa 1 unit tanah dan bangunan berikut yang lain-lainnya dijual seketika, akan tetapi uang hasil penjualannya diduga tidak diserahkan kepada cut Alona. Alhasil cut Alona mendapati kerugian yang begitu besar," kata kuasa hukumnya saat ini, Anggi Triana Ismail, kepada Suara.com.
Akhirnya pada tanggal 28 Mei 2024, Cut Cynthiara Alona langsung meminta bantuan dari Kantor Hukum Sembilan Bintang dam Partners.
Anggi Triana Ismail selaku Managing Director Sembilan Bintang menyampaikan, bahwa benar CCA (39) telah menyambangi kantornya.
"Beliau meminta tolong sebagaimana pencari keadilan pada umumnya untuk mengawal serta memperjuangkan kasusnya. Kami sudah mendapatkan beberapa data dan fakta hukum yang sekarang kita kantongi. Pelakunya sejauh ini dari hasil informasi yang kami dapatkan diduga seseorang yang berprofesi Advokat," imbuhnya.
Baca Juga: Tak Bagus untuk Bisnis, Soleh Solihun Sempat Ragu Garap Film Dokumenter Raisa
"Saya menurunkan 10 kuasa hukum yang akan mendampingi mba Cut Alona dalam memperjuangkan haknya. Selain itupun kami akan melakukan langkah hukum lain diantaranya melakukan aduan profesi ke dewan mahkamah etik (jika pelaku merupakan Advokat) dan kemudian gugatan ke pengadilan negeri setempat," tegasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
Reaksi Arya Khan Disindir Michelle Ashley Bikin Pinkan Mambo Downgrade Sampai Ngamen di Jalanan
-
Dokter Piprim Kecam Billboard Promosi Film Aku Harus Mati, Dinilai Berbahaya Bagi Mental Anak
-
Niko Al Hakim Ungkit Penelantaran Kucing di 2024, Pihak yang Rescue Bela Rachel Vennya
-
Pesona Nikita Willy Berhijab Saat Liburan di Jepang Curi Perhatian
-
Karina Ranau Protes, Foto Almarhum Epy Kusnandar Dipakai Jual Jaket Kang Mus
-
Tidak Direstui Fans! Siapa Elias Ronnenfelt? Pria yang Dirumorkan Dekat dengan Jenna Ortega
-
Film Autopsy: Dead Body Can Talk, Jejak Kebenaran di Meja Autopsi
-
Sudah Operasi Ganti Kelamin, Lucinta Luna Pastikan Tak Bisa Punya Anak Meski Kembali Jadi Cowok
-
Klarifikasi Virgoun Soal Ambil Anak Saat Inara Terseret Kasus: Hanya Sementara Sampai Badai Reda
-
Dialog Terima Kasih Soeharto di Film Dilan ITB 1997 Picu Kontroversi