Suara.com - Kanal YouTube Diary Misteri Sara (DMS) milik Demian Aditya dan Sara Wijayanto berkembang pesat setelah 6 tahun berdiri. Mereka kini bahkan punya perusahaan sendiri dalam DMS+.
Kekinian, DMS berencana membuat festival horor sendiri. Bertajuk Horror Festival 2024, acara akan digelar pada 18 hingga 31 Oktober 2024 di Bintaro Jaya Xchange Mall, Tangerang Selatan.
Berbicara soal pencapaian DMS saat ini, Demian Aditya pun mengaku tidak menyangka bahwa usahanya bersama Sara Wijayanto bakal jadi sebesar sekarang. Kepada tim Suara.com, Demian mengenang lagi bagaimana awal mula DMS berdiri.
“Perjalanannya tuh, dari yang dulu cuma pakai clip on biasa, lighting-nya juga cuma dari kamera handphone, semuanya sekarang jadi sudah proper,” kenang Demian Aditya.
Ide pembentukan awal DMS pun terbilang sederhana. Demian Aditya cuma mau memberikan wadah bagi Sara Wijayanto berkarya sesuai minatnya di dunia horor.
“Dulu itu niatnya cuma satu, mau membantu istri menyalurkan apa yang dia suka,” beber Demian Aditya.
Enam tahun lalu, Sara Wijayanto sempat punya program tayangan horor di televisi. Namun, program berhenti tayang dan hal itu membuat Sara sedih.
“Istriku kan dulu punya acara TV. Sampai akhirnya acara itu berhenti, terus dia sedih. Akhirnya saya bilang, ‘Kenapa nggak kita bikin sendiri dari YouTube aja? Terusin aja itu, channel-nya kamu’, gue bilang gitu,” kisah Demian Aditya.
“Ternyata, ya alhamdulillah, peminatnya tinggi. Sekarang jadi berkembang terus dan malah jadi lahan bisnis,” lanjut lelaki 44 tahun.
Baca Juga: Amanda Manopo Ngaku Tak Pernah Menyangkal Netizen: Kalo Salah Bilang Salah
Berkembangnya DMS jadi unit yang lebih besar dari ekspektasi awal, tentu berbanding lurus dengan beratnya tanggung jawab yang kini harus dipikul Demian Aditya dan Sara Wijayanto.
Meski diakui tidak mudah, Demian Aditya mewakili sang istri percaya bahwa keduanya akan tetap bisa menjalankan peran masing-masing dengan baik.
“Jadi, apa pun yang sudah kami lakukan hari ini, pasti akan kami coba untuk ke depannya jadi lebih baik lagi atau lebih besar lagi,” pungkas Demian Aditya.
Berita Terkait
-
Sukses Jadi Kreator Konten Horor, Sara Wijayanto Mulai Dapat Kiriman Teror Gaib dari Orang Usil
-
Sara Wijayanto Akan Rilis Album, Ada Kolaborasi dengan David NOAH dan Roby Geisha
-
Profil dan Pendidikan Sara Wijayanto, Buka-bukaan Khodam Kuat Pelindung Ayu Ting Ting
-
Latar Belakang Keluarga Ayu Ting Ting, Ternyata Punya Khodam Pelindung 7 Turunan?
-
9 Potret Anniversary Demian dan Sara Wijayanto ke-10, Dari Momen Pacaran hingga Menikah
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
-
Pemain Liga Inggris Rp596 M Punya Nenek Kelahiran Semarang, Bisa Dinaturalisasi?
-
Indonesia-Thailand Luncurkan Roadmap Kemitraan Strategis 2026-2030
-
Review Home School: Saat Belajar di Sekolah Tak Harus Lewat Buku Pelajaran
-
18 Bank Segera Bangkrut, Ini Bocoronnya
-
XL Ultra 5G+ Rebut Takhta Jaringan Terbaik di Indonesia, Kecepatan Tembus 500 Mbps!
-
7 Sisi Gelap Zodiak Scorpio Saat Marah dan Cemburu, Emosinya Sulit Ditebak
-
Kemiren Lawan Komersialisasi Budaya Lewat Wirausaha UMKM Berkelanjutan
-
Hino Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi di GIIAS 2026
-
Dua Kabar Baik untuk Bulog: Margin Fee Naik dan Bunga Kredit Turun, Laba Diproyeksi Rp1,14 Triliun