Suara.com - Sudah 6 tahun kanal YouTube Diary Misteri Sara atau DMS berjalan. Sebagai sosok yang ikut terjun langsung dalam setiap penelusuran, Demian Aditya menyebut proses pengerjaan konten jadi sesuatu yang menyenangkan untuknya.
“Kalau dibilang melelahkan, mungkin karena ngerjainnya happy kali ya, jadi kalah sama happy-nya,” ungkap Demian Aditya kepada Suara.com di kawasan TB Simatupang, Jakarta, Jumat (2/8/2024).
Demian Aditya lebih lelah menghadapi komentar negatif publik terhadap konten-konten DMS. Dari keterlibatannya di DMS juga, lelaki 44 tahun akhirnya tahu kalau masyarakat bisa semudah itu merendahkan jerih payah orang lain.
“Capeknya itu adalah, pada saat apa yang kita lakukan, yang kita kerjainnya udah happy, tiba-tiba apresiasinya tidak bagus,” kata Demian Aditya.
“Ternyata segampang itu ya, orang menilai ini jelek itu jelek. Padahal kami kan ngerjainnya sampai berdarah-darah kan istilahnya,” lanjut sang pesulap.
Demian Aditya paham, tidak semua penonton bisa menerima apa yang disajikan tim DMS dalam setiap kontennya. Namun di sisi lain, ia juga keberatan kalau hasil jerih payah tim DMS tidak mendapat apresiasi.
“Jadi capeknya tuh lebih ke situ. Maksudnya, dengan mereka tidak komentar aja sebenarnya udah cukup kan,” tutur Demian Aditya.
Demian Aditya sendiri pada akhirnya tetap bangga dengan pencapaian DMS saat ini. Menurut Demian, konten-konten DMS sudah jauh berkembang dibanding ketika masa-masa awal kemunculannya.
“Dulu cuma pakai clip on biasa, lighting-nya juga cuma dari kamera handphone, semuanya sekarang jadi sudah proper. Konsep sama packaging-nya juga makin lama kan makin berkembang,” jelas Demian Aditya.
Baca Juga: Profil dan Pendidikan Sara Wijayanto, Buka-bukaan Khodam Kuat Pelindung Ayu Ting Ting
Kekinian, DMS berencana membuat festival horor sendiri. Bertajuk Horror Festival 2024, acara akan digelar pada 18 hingga 31 Oktober 2024 di Bintaro Jaya Xchange Mall, Tangerang Selatan.
“Lewat festival itu, akhirnya kami bisa menjadikan yang tadinya orang-orang nonton doang, nanti mereka bisa dateng, bisa beli-beli dan segala macem,” pungkas Demian Aditya.
Berita Terkait
-
Demian Ungkap Kisah Sukses Diary Misteri Sara: Awalnya Cuma Modal Handphone, Kini Jadi Perusahaan Besar
-
Sukses Jadi Kreator Konten Horor, Sara Wijayanto Mulai Dapat Kiriman Teror Gaib dari Orang Usil
-
Sara Wijayanto Akan Rilis Album, Ada Kolaborasi dengan David NOAH dan Roby Geisha
-
Heboh Rumah Kosong Dijadikan Konten Horor Youtuber, Berujung Laporan Polisi
-
Profil dan Pendidikan Sara Wijayanto, Buka-bukaan Khodam Kuat Pelindung Ayu Ting Ting
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal