Suara.com - Nama Chrisye masih harum meski sudah lebih dari 17 tahun meninggal dunia. Karya-karyanya masih eksis dan terus dibawakan oleh para musisi di era sekarang.
Namun ternyata ada fakta unik dari Chrisye yang belum banyak orang tahu. Diungkap sang putra, Pasha Chrisye, ayahnya ternyata hobi mendengarkan lagu band punk Blink-182.
Pasha sendiri yang 'meracuni' almarhum ayahnya untuk menyukai karya-karya milik Mark Hoppus, Tom DeLonge, dan Travis Barker tersebut.
"Itu karena saya racunin. Jadi dulu waktu ngantar ke sekolah, waktu ngantar ke les Inggris, saya tuh pengamar berat Blink-182," kata Pasha Chrisye saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
"Jadi saya beli kasetnya, saya beli CD kalau misalnya dia (Chrisye) lagi ngantar ke sekolah, saya setel tuh Blink-182," ucapnya menyambung.
Pasha juga bercerita ada beberapa lagu Blink-182 yang jadi favorit sang ayah. Salah satunya adalah "Stay Together For The Kids".
"Pokoknya lagu 'Stay Together' Dia sudah hafal, 'Give Me One Good Reason', dia paling hafal terus apa lagi lagu album itu, kurang lebih hafal," katanya.
Adapun Pasha menyebut kalau ayahnya penyuka lagu-lagu dengan genre progesif, meskipun sang musisi adalah penyanyi pop.
"Sebenarnya dia tuh kalau ditelaah sejarahnya, sukanya musik progresif, yang antaranya punk, punk rock," ungkap Pasha.
Baca Juga: Nyanyikan Lagu Chrisye dengan Datar di Serial Gadis Kretek, Nadin Amizah Dianggap Bawa Nuansa Magis
Selain Blink-182, ada pula band rock lainnya yang menjadi favorit Chrisye. Di antaranya adalah The Police, Genesis dan masih banyak lagi.
"Jadi dia tuh suka The Police terus kalau misalnya tau Genesis. Dia orangnya tidak mengotak-kotakan musik," ujarnya.
"Jadi apa aja dibilang enak, misalnya kampungan dia anggap bagus," imbuh Pasha Chrisye.
Chrisye merupakan salah satu musisi legendaris Tanah Air. Hampir semua karyanya tenar dan meledak, seperti "Pergilah Kasih", "Andai Aku Bisa", "Kisah Kasih di Sekolah", "Seperti Yang Kau Minta", dan masih banyak lagi.
Chrisye meninggal dunia pada Maret 2007 silam di usia 57 tahun. Sang musisi mengembuskan napas terakhir usai berjuang melawan kanker paru-paru yang dideritanya.
Berita Terkait
-
Bangganya Andien Jadi Penampil di Konser Lifetime Tribute To Chrisye
-
Konser Lifetime Tribute To Chrisye Digelar 16 September 2024, Diramaikan Afgan Hingga Mahalini
-
Mengenang 17 Tahun Kepergian Chrisye dengan Konser Lifetime Tribute Chrisye
-
Susah Cari Kerja, Anak Almarhum Chrisye Putuskan Jadi Penyanyi
-
Nadin Amizah Tahan Diri Nyanyi Lagu Chrisye di Series Gadis Kretek
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan