- Federasi sepak bola Laos meminta kepolisian menyelidiki dugaan pengaturan skor di Piala AFF 2026.
- Penyelidikan dilakukan karena Laos mengoleksi tiga kartu merah dan kebobolan dua puluh gol sepanjang turnamen.
- LFF menduga keterlibatan pemain timnas akibat performa merosot tajam serta banyak kesalahan di lini belakang.
Suara.com - Federasi sepak bola Laos (LFF) langsung bergerak cepat meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus dugaan pengaturan skor di Piala AFF 2026.
Pihak LFF menduga adanya keterlibatan anggota pemain Timnas di kasus dugaan pengaturan skor di Piala AFF 2026.
Namun, hingga kini LFF belum menyebut nama pemain tertentu dan belum menyimpulkan bahwa praktik pengaturan skor benar-benar terjadi.
Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah sejumlah kejadian dalam empat pertandingan Laos di Piala AFF 2026 mengandung unsur pelanggaran hukum.
Berikut 3 kejanggalan yang membuat federasi Laos menduuga ada dugaan pengaturan skor di Piala AFF 2026
Tiga Kartu Merah dalam Empat Pertandingan
Salah satu hal yang paling mencolok adalah catatan disiplin Laos.
Mereka mengoleksi tiga kartu merah dan 12 kartu kuning selama menjalani empat pertandingan di fase grup AFF Cup 2026.
Dua kartu merah diberikan kepada bek Phetdavanh Somsanith.
Baca Juga: Dugaan Pengaturan Skor di Piala AFF 2026, Satgas Antimafia Didesak Usut Tuntas
Ia diusir ketika menghadapi Thailand setelah menjatuhkan pemain lawan dari belakang saat berada dalam situasi berbahaya.
Somsanith kembali mendapat kartu merah saat Laos menghadapi Filipina.
Kali ini, ia melakukan pelanggaran berbahaya dari belakang dan kembali harus meninggalkan lapangan.
Gol Cepat dan Kesalahan di Lini Belakang
Kejanggalan lain yang menjadi perhatian adalah sejumlah gol yang bersarang ke gawang Laos.
Salah satu yang paling disorot terjadi ketika menghadapi Myanmar.
Berita Terkait
-
Dugaan Pengaturan Skor di Piala AFF 2026, Satgas Antimafia Didesak Usut Tuntas
-
Media Vietnam Sesumbar, Malaysia akan Dibuat Babak Belur Seperti Timnas Indonesia
-
Justin Hubner Terlibat Polemik dengan Warganet Vietnam, PSSI Beri Peringatan
-
Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Bikin Vietnam Waspada, Kim Sang-sik Punya Rencana Khusus
-
3 Pemain Singapura Paling Bahaya: Statistik Bicara, Timnas Indonesia Wajib Waspada
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Satu Langkah Lagi, Dasco Sebut Finalisasi Perpres Ojol Digelar 18 Agustus di DPR
-
Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
-
Pemkab dan DPRD Bogor Sepakati KUA-PPAS 2027, Proyeksi Belanja Capai Rp14,5 Triliun
-
DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil
-
Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon
-
Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos
-
Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital
-
Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat