Obrolan sore pada kegiatan Rembug Budaya hari ke-2 YGF ke-29 sangat seru dan menarik baik dari moderator dan dua pembicara yang menekuni kerja pengarsipan.
Selain Lokakarya dan Rembug Budaya, YGF ke-29 juga masih menyelenggarakan program lainnya, yakni konser gamelan pada tanggal 8-10 Agustus 2024 di Plaza Pasar Ngasem, dan Gaung Gamelan Closing Ceremony YGF 2024 pada 11 Agustus 2024 yang berlokasi di Stadion Kridosono.
Seluruh rangkaian progam ini bertujuan melestarikan seni gamelan dan memperkenalkan metode pendidikan inovatif seperti Sariswara kepada masyarakat luas.
Program-program YGF #29 :
Lokakarya “Metode Sariswara Ki Hadjar Dewantara” : Senin - Rabu, 5-7 Agustus 2024
Tempat: Pendopo Gayam 16
Waktu: 14:00 - 17:00 WIB
Pemateri: Listyo Hari Krisnarjo (Lab. Sariswara) dan Taman Kesenian
Rembug Budaya “Arsip Musik sebagai Warisan” : Selasa, 6 Agustus 2024
Tempat: OKID Cafe, Jl. Panembahan No.1-3, Panembahan, Kraton, Yogyakarta
Waktu: 15:00 WIB s/d selesaiv
Pembicara:
- Jody Diamond (American Gamelan Institute/SUNY New Paltz)
- Danang Rusdy (Lokananta)
- Moderator: Himan (Jogja Sonic Index)
Konser Gamelan "Piweling" : Kamis - Sabtu, 8 - 10 Agustus 2024
Konser pertunjukan gamelan yang akan menampilkan kelompok gamelan dari kategori anak-anak / pelajar, kategori kreasi baru / kontemporer, kategori internasional, dan kategori klasik / tradisi. Tiap kategori ini akan dihadirkan selama 3 hari berturut-turut, sekitar pukul 19.00 WIB - selesai di Plaza Pasar Ngasem, Yogyakarta.
Konser gamelan ini juga merupakan ajang bertemunya para penikmat dan pelaku musik gamelan dari seluruh dunia. YGF telah menjalin hubungan dengan lebih dari 32 negara yang mempunyai gamelan. Ini adalah sebuah cara dalam merawat dan mengembangkan gamelan untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan budaya dunia.
Baca Juga: Kolaborasi Luncurkan Theme Song FSC Forest Week 2024 bersama FooDoMore
Gaung Gamelan (Closing Ceremony of 29th Yogyakarta Gamelan Festival) : Minggu, 11 Agustus 2024
Akan digelar di Stadion Kridosono, pertunjukan gamelan yang dimainkan oleh ratusan pemain gamelan secara bersamaan yang tergabung dalam kelompok karawitan dari 14 Desa Budaya* binaan Dinas Kebudayaan "Kundha Kabudayan" DIY dan kelompok gamelan komunitas antara lain Kyai Kanjeng dan AKNSB (Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya). Pertunjukan ini akan memainkan 4 gending klasik gaya Yogyakarta yang akan dibagikan sebulan sebelumnya, serta disebarkan melalui berbagai media dengan tujuan agar dapat dipelajari (dibaca) oleh masyarakat luas sebagai pengetahuan atau dapat dipakai untuk berpartisipasi di dalam program ini. Selain pertunjukan utama Gaung Gamelan, akan ada performance dari Saron Groove - Gayam16 (Yogyakarta), DGYK (Yogyakarta), Anteng Kitiran (Yogyakarta), Sanggar Sritanjung (Banyuwangi). Gaung Gamelan akan menutup rangkaian Yogyakarta Gamelan Festival ke-29. Seluruh rangkaian program YGF adalah gratis dan terbuka untuk masyarakat umum.
Berita Terkait
-
Cara Pakai Sound Search TikTok, Temukan Musik Terbaik untuk Video Hanya dengan Bernyanyi
-
Digelar September, Konser "Everlasting Harmony" Melly Goeslaw Ajak Penonton Nostalgia dengan Lagu-lagu Hits 90an
-
UNIS Mencoba Temukan Jati Diri di Video Musik Lagu Comeback 'Curious'
-
Lagu Ugly ole EVNNE: Warna Baru dari Konsep Bad Boy yang Masih Nyaman Didengar
-
Cherrypop 2024 "Selamet Bermusik": Bertabur Bintang dan Program Spesial Skena
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim