Suara.com - Satu lagi film karya anak bangsa yang tentunya sayang dilewatkan. "Melukis Harapan di Langit India" berhasil menarik perhatian penonton dengan alur cerita yang unik dan perpaduan budaya yang menarik.
"Melukis Harapan di Langit India" menceritakan tentang seorang gadis bernama Devi yang tumbuh dengan keyakinan bahwa ayahnya adalah seorang aktor terkenal di India, yakni Amitabh Bachchan.
Keyakinan ini lantas membawa Devi dalam perjalanan pencarian jati diri dan identitas sang ayah yang sebenarnya.
Jajaran pemeran utamanya cukup menjanjikan. Salah satunya Raffi Ahmad yang comeback membintangi film layar lebar sejak menjadi cameo di film "Ashiap Man" pada 2022 lalu. Raffi kini berstatus pejabat negara yakni, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Terdapat sejumlah fakta menarik yang membuat film ini semakin istimewa. Mari kita bahas satu per satu!
1. Perpaduan Budaya Indonesia dan India
"Melukis Harapan di Langit India" menyajikan perpaduan budaya Indonesia dan India yang begitu kental. Mulai dari kostum, tarian, hingga bahasa yang digunakan, semua dipadukan dengan harmonis.
Pemilihan lokasi syuting di Kerinci (Jambi), Mumbai (India), dan Kathmandu (Nepal) juga memberikan keindahan visual yang luar biasa serta memperkaya cerita.
2. Keterlibatan Artis Ternama
Baca Juga: Dulu Lawan Sekarang Kawan, Ratna Sarumpaet Mendadak Jadi Pasien dr. Tompi
Film ini menggandeng sederet artis ternama, mulai dari Masayu Anastasia, Fajri Mambutu, Ricky Komo, Mario Irwinsyah, Yoriko Angeline serta Atiqah Hasiholan.
Selain nama-nama di atas, "Melukis Harapan di Langit India" juga melibatkan Raffi Ahmad yang akan berperan sebagai Toha. Banyak yang penasaran seperti apa akting Raffi yang sudah lama tidak membintangi film atau serial.
3. Proses Syuting yang Menantang
Para pemain, terutama Masayu Anastasia, harus belajar bahasa Hindi untuk beberapa adegan. Proses belajar bahasa asing ini tentu menjadi tantangan tersendiri.
Syuting di berbagai negara dengan iklim yang berbeda-beda juga membuat para kru dan pemain harus beradaptasi dengan cuaca yang ekstrem.
4. Soundtrack yang Menarik
Berita Terkait
-
Review Film Sosok Ketiga: Lintrik, Cinta Terlarang yang Berujung Maut
-
Demi Mental Health Anak, Masayu Anastasia dan Lembu Kompak Meski Berpisah
-
Bukan Mau Rujuk, Masayu Anastasia Bongkar Alasan Tetap Akur dengan Lembu
-
Masayu Anastasia Sungkan Didesak Rujuk dengan Lembu: Dia Merasa Diserang
-
Profil dan Agama Masayu Anastasia, Pacar Baru Baim Wong?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan