Suara.com - Nama Melody Laksani alias Melody eks JKT48 kembali disebut ketika Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Raffi Ahmad untuk mendorong regenerasi petani ke milenial yang belakangan gencar dilakukan.
Pada 2023 lalu, nama Melody Laksani juga disebut-sebut ketika Menteri Pertanian menunjuk Lesti Kejora sebagai Duta Petani Milenial. Melody dan Lesti sendiri diketahui berteman baik, bahkan satu geng yakni Geng Mamayu.
Penasaran apa yang membuat Melody Laksani dianggap layak membantu Kementerian Pertanian? Simak berbagai alasannya melalui potret-potret Melody Laksani bertani berikut ini.
1. Mantan Member JKT48
Kementerian Pertanian memanfaatkan kepopuleran artis untuk membantu mensosialiasikan program-programnya. Sementara kepopuleran Melody Laksani sebagai mantan member JKT48 sebenarnya tak perlu diragukan lagi.
2. Punya 1,5 Juta Followers Instagram
Kini Melody Laksani menjabat sebagai General Manager JKT48. Kendati lebih sedikit dari Raffi Ahmad maupun Lesti Kejora yang mencapai puluhan juta, followers Instagram Melody sudah mencapai 1,5 juta kok!
3. Lulusan Universitas Padjadjaran
Melody Laksani menamatkan kuliahnya pada 2016 di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat. Karena kesibukannya sebagai member JKT48, Melody baru lulus setelah tujuh tahun kuliah.
Baca Juga: Jadi Pejabat Negara, Raffi Ahmad Masih Terima Endorsement: Kan Gak Ada Larangannya
4. Kuliah Jurusan Agroteknologi
Lebih daripada itu, Melody Laksani kuliah jurusan Agroteknologi yang mempelajari pemanfaatan teknologi dalam bidang pertanian, hortikultura, dan budidaya perairan. Oleh sebab itu, Melody dianggap lebih berpengalaman ketimbang Raffi Ahmad.
5. Duta Persahabatan Indonesia - Jepang
Selain itu, Melody Laksani telah dilantik sebagai Japan-ASEAN Goodwill Ambassador on Food and Agriculture (Duta Besar Jepang-ASEAN untuk Pangan dan Pertanian) sejak 2018 atau lebih dikenal sebagai duta persahabatan Jepang-ASEAN.
6. Sevisi dengan Kementan
Sebagai Duta Persahabatan Jepang-ASEAN, Melody Laksani diharapkan memberikan semangat kepada generasi muda di bidang pangan dan pertanian. Hal itu senada dengan tugas yang diemban Raffi Ahmad dari Kementan baru-baru ini.
Berita Terkait
-
Istri Piet Pagau Meninggal Dunia, Keluarga Raffi Ahmad Berduka
-
Diajak Kementerian Promosi Petani Milenial, Raffi Ahmad Ditodong: LHKPN Dulu Baru Ngomong
-
Beda Kelas Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting saat Bantu UMKM: Ada yang Mendadak Muncul di Live
-
Sama dengan Anak Sultan Andara, Segini Uang yang Dikeluarkan Baim Wong untuk Sekolah Anak
-
Jadi Pejabat Negara, Raffi Ahmad Masih Terima Endorsement: Kan Gak Ada Larangannya
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan
-
Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
-
Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim