Suara.com - Pengacara kondang Hotman Paris turut menanggapi kisruh donasi korban penyiraman air keras Agus Salim dengan Ketua Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan, Pratiwi Noviyanthi.
Menurut Hotman Paris, permasahan donasi Agus ini harus dipandang dari dua sisi, yakni secara hukum dan moral.
"Ini harus dipandang dari dua sisi. Uang sumbangan dari publik katanya diduga dipakai bukan untuk pengobatan tapi untuk hal-hal yang lain, misalnya untuk mambayar utang," ujar Hotman Paris.
"Pertanyaannya adalah apakah itu salah atau tidak?" tanyanya menyambung, dikutip dari akun TikTok @hotman911official, Kamis (28/11/2024).
Pengacara keturunan Batak ini menjelaskan, donasi yang telah disalurkan sudah menjadi hak milik pemerina. Sehingga apapun yang dilakukan Agus terhadap uang tersebut tidak melanggar hukum.
"Begitu uang diserahkan penggunaannya sudah menjadi hak dia, sehingga dipergunakan untuk apapun itu sudah tidak bisa lagi dianggap melanggar hukum," sambungnya.
Secara hukum pun donasi tersebut sudah tidak dapat ditarik atau dituntut oleh donatur.
Namun, bila dilihat secara moral, apa yang dilakukan oleh Agus sebenarnya tidak terpuji.
"Namun secara etika moral, secara tanggung jawab pribadi memang itu tidak terpuji itu karena harusbya kan dia berterima kasih kepada para donatur," tegas Hotman Paris.
Baca Juga: Farhat Abbas Bantah Poin Donasi 7 Turunan untuk Agus Salim: Draft Novi yang Buat
Dalam kasus ini, Hotman Paris menitikberatkan pandangannya dalam segi moral.
"Secara hukum dia sudaah berhak mempergunakan uang itu untuk apapun. Itu teori hukumnya. Tapi secara moral, itu jelas aku tidak mendukung," pungkasnya.
Penjelasan Hotman Paris tersebut rupanya banyak menimbulkan pro dan kontra di kalangan warganet. Namun, banyak yang mendukung Pratiwi Noviyanthi.
"Lah, kan donatur niatnya buat nyembuhin matanya. Kalo bilang buat bayar utang, gua yakin ga bakal ada yang mau donasi," ujar seorang warganet.
"Intinya awalnya juga orang nyumbang juga buat pengobatan. Kalo bukan buat pengobatan mana mau orang-orang nyumbang," imbuh warganet lainnya.
"Tapi itu judul donasi untuk pengobatan bukan untuk bayar utang rumah," protes warganet yang lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan