- Seorang kiai berinisial S diduga melakukan pencabulan terhadap 50 santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, sejak tahun 2024.
- Pelaku mengancam mengeluarkan korban dari pesantren serta memaksa santriwati yang hamil untuk menikah dengan santri lainnya sebagai modus.
- Kasus ini memicu kemarahan massa yang menggeruduk lokasi, sehingga pihak kepolisian kini telah mengamankan pelaku untuk proses hukum lebih lanjut.
Suara.com - Warga Kabupaten Pati digegerkan dengan mencuatnya kasus dugaan pencabulan massal yang terjadi di pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Telogowungu, Pati.
Pelaku merupakan kiai berinisial S yang menjabat sebagai pengurus di Pondok Pesantren.
Jumlah korban sangat fantastis, yakni diperkirakan mencapai 50 orang santriwati yang masih di bawah umur.
Kabar memilukan ini memicu kemarahan besar hingga pondok pesantren tersebut akhirnya digeruduk oleh massa yang geram.
Massa yang datang bukan hanya dari daerah Pati, namun juga dari luar kota untuk menuntut keadilan.
"Kyai Temvek," teriak massa yang mengepung lokasi kejadian dengan penuh amarah dalam keterangan yang hadir di akun X @/@neVerAlonely pada Minggu, 3 Mei 2026.
Mayoritas korban diketahui adalah santriwati usia SMP yang banyak berasal dari keluarga kurang mampu atau duafa.
Modus yang digunakan pelaku adalah mengancam akan mengeluarkan korban dari pesantren jika tidak mau menuruti permintaannya.
Ironisnya, beberapa korban dilaporkan sampai hamil akibat tindakan bejat yang diduga berlangsung sejak 2024.
Baca Juga: Viral Aksi Heroik Ayah Selamatkan Bayinya dari Terjangan Kereta Api, Jaraknya Bikin Deg-degan
Tak berhenti di situ, pelaku juga diduga memaksa korban yang telah hamil untuk menikah dengan santri lainnya.
Kini, tampang kiai yang diduga melakukan pelecehan tersebut telah tersebar luas. Ia pun telah diamankan polisi.
Sejumlah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) pun menyatakan siap memberikan bantuan hukum secara gratis hingga kasus ini tuntas.
"Pencabulan bukan khilaf tapi kejahatan kemanusiaan," bunyi tulisan pada salah satu poster aksi yang dibawa warga.
Berita Terkait
-
Aksi Berbahaya Pria Bergelantungan di Kap Mobil Viral, Lisa Mariana Sebut Ada Konflik Asmara
-
Fenomena Awan Pelangi Bikin Heboh, Disebut Aurora Cabang Jonggol
-
dr. Myta Aprilia Azmi Meninggal Diduga Overwork Saat Internsip, Ini Tuntutan Keras Alumni FK Unsri
-
Aksi Spontan Dua Siswi SMA Bikin Haru di Malioboro, Ikut Nyanyi Bareng Pengamen
-
Seorang Ibu Curhat Anaknya Tewas Dikeroyok, Hotman Paris Minta Pelaku Segera Ditahan
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Didukung Andra Ramadhan, Zendhy Kusuma Kian Bersinar di Panggung Musik Indonesia
-
Hammersonic 2026 Sukses Digelar, Padukan Musik Keras dengan Estetika Visual Megah
-
Klaim Ada Orang Ketakutan, Ahmad Dhani Murka Akun Instagramnya Hilang: Tim Sedang Mencari Dalangnya
-
Tiba di Polres Jaksel, ART Diperiksa atas Kasus Dugaan Penganiayaan Erin Mantan Istri Andre Taulany
-
Dari Mi Instan Hingga Latihan Brutal, Fakta di Balik Film Mortal Kombat II Terungkap di Jakarta
-
J-Rocks Bawakan Lagu RAN Versi Rock di OTW Pestapora: Mohon Maaf Diacak-acak
-
Penutupan Hammersonic 2026 Penuh Haru, Bos Ravel Entertainment Minta Maaf di atas Panggung
-
Cerita Masa Kecil Syifa Hadju Viral, Rela dari Bekasi ke PIM Demi Al, El, Dul
-
Siap-Siap War Tiket Lagi, Fan Meeting NCT JNJM di Jakarta Ditambah Jadi 2 Hari
-
Respons Tenang Dokter Richard Lee Setelah Sertifikat Mualaf Dicabut