Suara.com - Kartu AS akhirnya dikeluarkan oleh Raline Shah. Menghadapi kritikan usai diangkat sebagai Stafusus Menkomdigi, perempuan kelahiran 1985 ini mengutarakan kisah di baliknya.
Raline mengaku tidak pernah membayangkan tawaran jabatan di pemerintahan akan diulurkan untuknya. Ketika twaran tersebut disampaikan, pertimbangan yang lama tidak diperlukan oleh seorang Raline Shah.
"Tidak terbayangkan sebelumnya berpijak di kementerian dan diberi amanah menjalankan tugas untuk negara," tulis Raline melalui unggahan spesial di Instagram, dikutip Suara.com pada Selasa (14/1/2025).
"Ternyata itulah yang terjadi dan tanpa terlalu lama membuat pertimbangan, akhirnya memutuskan untuk menerim (jabatan di kementerian)," sambung putri Rahmat Shah ini.
Unggahan yang diawali dengan niat membagikan momen bahagia dalam hidupnya diiringi dengan satu komentar yang mempertanyakan kredibilitasnya. Ucapan selamat memang memenuhi komentar, namun keraguan di benak publik masih mengembara.
"Nona Raline, aku mencintaimu. Tapi kredensial apa yang kamu miliki untuk menerima jabatan ini?" komentar yang ditinggalkan salah satu warganet dalam unggahan di atas.
Warganet ini tampaknya beruntung dan mendapatkan perhatian dari Raline. Terpantau memeriksa kolom komentar. Raline mengeluarkan amunisi sekaligus kartus AS yang dimiliki untuk menjawab.
Namun sebelum itu, Raline mempersilakan warganet yang mempertanyakan kredensial untuk 'bertanya' kepada pihak yang memberikan jabatan. Pihak yang dimaksud tidak lain adalah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
"Mungkin kita bisa bertanya ke mereka (Komdigi)," jawab Raline sebagai pembuka.
Baca Juga: Menkomdigi Meutya Jawab Soal Rudi Susanto yang Dilantik adalah Rudi Valinka
Pembuka yang kemudian ditambahkan dengan sesumbar soal latar belakang pendidikan. Raline menyematkan program studi yang pernah ditekuninya saat masih kuliah.
"Pertama-tama, aku lulusan Political Science and New Media and Communications (Ilmu Politik dan Komunikasi)," jelas Raline Shah, masih dalam komentar yang sama.
Jawaban tersebut tidak serta merta membuat warganet yang bertanya menjadi bungkam. Pandangan atas Raline justru berubah, diiringi dengan ucapan selamat bekerja.
Sebagai tambahn informasi, Raline Shah memang pernah menempuh program studi yang dipamerkannya tersebut. Belum lagi, Raline adalah alumnus dari NUS (National University of Singapore).
Terkait penunjukannya sebagai stafsus menteri, Raline sempat bercerita soal pertemuan dengan Menteri Komdigi, Meutya Hafid. Pertemuan yang dijelaskannya bukan pertemuan kosong tanpa visi ke depan.
"Kita secara terbuka berdiskusi tentang kekhawatirannya mengenai kebijakan penggunaan internet untuk anak anak dan solusi solusi yang bisa kita capai bersama. Saya bisa merasakan empati dan semangat yang menyentuh hati," jelas Raline di Instagram.
Berita Terkait
-
Berapa Harga Tiket Masuk Museum Milik Ayah Raline Shah? Serba-serbi Keluarga sang Stafsus Menkomdigi
-
Jadi Stafsus Menkomdigi, Raline Shah Awalnya Tak Tertarik Bekerja di Pemerintahan
-
Janji Tak Makan Gaji Buta, Ini Tugas Raline Shah Jadi Staf Khusus Menkomdigi
-
Jadi Stafsus Menkomdigi, Raline Shah Tegaskan Tak Akan Makan Gaji Buta: Bukan Gayaku!
-
Siapa Rudi Sutanto? Sosok Kontroversial di X Diangkat Jadi Stafsus Menkomdigi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan