Suara.com - Respons Dokter ditektif atau Doktif usai diduga disentil Maia Estianty cukup mengejutkan publik. Sebelum mengulas produk milik Maia, Doktif berucap soal menyampaikan opini.
Doktif mengkritisi cara Maia Estianty dalam menyampaikan opini. Ia mendesak Maia untuk lebih bijak apalagi dengan identitasnya sebagai seorang figur publik.
"Bunda Maia sebagai seorang figur publik, berhati-hati ya dalam menyampaikan opini," kata Doktif di TikTok, dilansir pada Rabu (29/1/2025).
"Harus lebih bijak ya Bun," sambungnya.
Ucapan dari Doktif ini ternyata membuat publik terhibur. Banyak yang kaget bila seorang Maia Estianty akan digurui oleh Doktif.
Soal guru-menggurui tidak bisa dipisahkan dari faktor pendidikan. Ibu dari Al Ghazali ini ternyata bukan sekadar pintar menyanyi.
Saat ditelusuri lebih lanjut oleh Suara.com, pendidikan Maia Estianty memang tidak bisa diremehkan. Maia ternyata lulusan universitas ternama di Indonesia.
Maia merupakan alumni dari Universitas Indonesia. Lulus usai empat tahun, istri Irwan Mussry ini pernah belajar Sastra Belanda di sana.
Sebelumnya, Maia bersekolah di SMAN 2 Surabaya. Sayangnya, belum diketahui SD serta SMP mana tepatnya yang menjadi saksi Maia Estianty ketika menimba ilmu.
Sementara itu, pendidikan dari Dokter Detektif alias Doktif sempat disorot kala berseteru dengan owner skincare lainnya. Bahkan riwayat pendidikannya sempat dibandingkan dengan dokter Richard Lee.
Berbeda dengan dokter Richard Lee atau Maia Estianty, nama Doktif memang baru terkenal belakangan ini. Informasi soal pendidikannya pun hanya ditemukan keluar dari mulut sendiri.
Doktif pernah bercerita jika dirinya pernah berkuliah di Universitas Hang Tuah Surabaya. Kemudian Doktif melanjutkan ke Universitas Udaya untuk jenjang S-2 dan berakhir mundur karena kendala biaya.
Meski begitu, pendidikannya bisa dikatakan setara dengan dokter Richard Lee. Pasalnya, Doktif pernah mengikuti program Diploma American Academy of Aesthetic Medicine (AAAM).
Berita Terkait
-
Ustaz Derry Sulaiman Beri Kesaksian Dokter Richard Lee Mualaf, Doktif Kena Sentil
-
Pengakuan Reseller Produk Skincare Shella Saukia; Rugi Bandar Padahal Sudah Modal Rp 49 Juta!
-
Tegur Ustaz Derry Sulaiman, Doktif Sebut Richard Lee Mualaf Demi Simpati
-
Beredar Video Lawas Diduga Pernikahan Doktif, Wajah Dalam Riasan Pengantin Tuai Sorotan
-
Menilik Brand Skincare Maia Estianty, Ikut 'Gerah' Lihat Review Doktif sampai Disentil Nikita Mirzani
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Kekayaan Dimyati Natakusumah, Wakil Gubernur Banten yang Viral di X
-
Bukan Karena Kedekatan, DPRD Bogor Puji Keberanian Bupati Gelar Seleksi Terbuka Jabatan ASN
-
Terungkap di Sidang, Calon Perangkat Desa Jual Motor hingga Gadai Sertifikat Demi Lolos Seleksi
-
Satpam Positif Sabu Jadi Otak Pencurian 1.700 Ompreng MBG di Ciputat
-
Harga Wuling Aira EV Cuma Rp155 Juta, Meluncur di GIIAS 2026
-
Masalah Indonesia di Luar Perkiraan, Prabowo Ditantang Buktikan Keberanian Sikat Mafia Internal
-
Satpam Otak Pencurian 1.700 Ompreng Program MBG di Ciputat Positif Sabu dan Ekstasi
-
Pelajaran Kepemimpinan Perempuan dari Angela Tanoesoedibjo: Hadir, Mendengar, dan Bertumbuh Bersama
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Kasus Dokter Magang Tewas, Menkes Soroti Krisis Kejiwaan di Balik Pendidikan Medis